Tentara Ukraina Pamer Senjata Inggris di Taman Kanak-Kanak, Ini Respons Rusia
Selasa, 08 Maret 2022 - 17:16 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ukraina Kena Prank Lagi, Polandia Ogah Pasok Jet Tempur Lawan Rusia
Sebelumnya, banyak laporan mengatakan Angkatan Bersenjata Ukraina menempatkan posisi tempur mereka di berbagai fasilitas sipil, seperti rumah sakit dan sekolah.
“Beberapa peluncur roket, senjata, mortir kaliber besar ditempatkan di halaman bangunan tempat tinggal, dekat sekolah dan taman kanak-kanak,” ungkap Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergei Shoigu.
Dia menambahkan, “Tentara Rusia mengambil semua tindakan untuk melindungi warga sipil, hanya mengenai sasaran militer dan menggunakan senjata presisi tinggi.”
Selain itu, tidak ada koridor kemanusiaan untuk warga sipil yang dievakuasi dari kota-kota di mana pertempuran aktif telah beroperasi penuh, meskipun kesepakatan dicapai selama putaran pembicaraan sebelumnya dengan Ukraina, menurut kepala perunding Rusia Vladimir Medinsky.
“Pihak Rusia siap membuka koridor ini segera pada hari berikutnya,” ujar dia, menekankan bahwa gencatan senjata juga berlaku pada saat itu.
Dia menjelaskan, “Sayangnya, hampir tidak ada dari mereka yang bekerja sepenuhnya.”
Sebelumnya, banyak laporan mengatakan Angkatan Bersenjata Ukraina menempatkan posisi tempur mereka di berbagai fasilitas sipil, seperti rumah sakit dan sekolah.
“Beberapa peluncur roket, senjata, mortir kaliber besar ditempatkan di halaman bangunan tempat tinggal, dekat sekolah dan taman kanak-kanak,” ungkap Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergei Shoigu.
Dia menambahkan, “Tentara Rusia mengambil semua tindakan untuk melindungi warga sipil, hanya mengenai sasaran militer dan menggunakan senjata presisi tinggi.”
Selain itu, tidak ada koridor kemanusiaan untuk warga sipil yang dievakuasi dari kota-kota di mana pertempuran aktif telah beroperasi penuh, meskipun kesepakatan dicapai selama putaran pembicaraan sebelumnya dengan Ukraina, menurut kepala perunding Rusia Vladimir Medinsky.
“Pihak Rusia siap membuka koridor ini segera pada hari berikutnya,” ujar dia, menekankan bahwa gencatan senjata juga berlaku pada saat itu.
Dia menjelaskan, “Sayangnya, hampir tidak ada dari mereka yang bekerja sepenuhnya.”
Lihat Juga :