Jenderal Rusia: Ukraina Bikin Senjata Biologis Didanai AS
Selasa, 08 Maret 2022 - 09:08 WIB
loading...
A
A
A
Jenderal Kirillov mengatakan setelah Rusia melancarkan operasi militer di Ukraina pada 24 Februari, laboratorium-laboratorium itu dengan tergesa-gesa menghancurkan bahan-bahan yang telah mereka kerjakan, termasuk agen bakteri dan virus yang sangat patogen.
Dia menambahkan bahwa Moskow telah memperoleh dokumen yang berkaitan dengan proses itu.
Analisis dokumen menunjukkan bahwa laboratorium telah bekerja dengan infeksi berbahaya seperti antraks dan wabah.
“Berbagai macam dan jumlah agen biologis yang berlebihan menunjukkan bahwa pekerjaan yang dilakukan di laboratorium ini telah menjadi bagian dari beberapa program biologi militer,” kata sang jenderal, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (8/3/2022).
Dia menambahkan bahwa hanya satu laboratorium semacam itu di kota Lvov, Ukraina barat, yang telah menghancurkan bahan sebanyak mungkin, seperti 320 kontainer dengan patogen yang menyebabkan wabah, demam rawa dan demam Malta.
“Jika koleksi ini jatuh ke tangan para ahli Rusia, kemungkinan besar mereka akan membuktikan Ukraina dan AS telah melanggar Konvensi Senjata Biologis,” kata Kirillov.
Dia menambahkan bahwa Moskow telah memperoleh dokumen yang berkaitan dengan proses itu.
Analisis dokumen menunjukkan bahwa laboratorium telah bekerja dengan infeksi berbahaya seperti antraks dan wabah.
“Berbagai macam dan jumlah agen biologis yang berlebihan menunjukkan bahwa pekerjaan yang dilakukan di laboratorium ini telah menjadi bagian dari beberapa program biologi militer,” kata sang jenderal, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (8/3/2022).
Dia menambahkan bahwa hanya satu laboratorium semacam itu di kota Lvov, Ukraina barat, yang telah menghancurkan bahan sebanyak mungkin, seperti 320 kontainer dengan patogen yang menyebabkan wabah, demam rawa dan demam Malta.
“Jika koleksi ini jatuh ke tangan para ahli Rusia, kemungkinan besar mereka akan membuktikan Ukraina dan AS telah melanggar Konvensi Senjata Biologis,” kata Kirillov.
Lihat Juga :