Mengapa Israel dan Rusia Mendapat Sanksi Berbeda dari Barat? Ini Alasannya
Senin, 07 Maret 2022 - 20:07 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ukraina Sebut 20.000 Tentara Bayaran Segera Datang, Tapi Siapa Mereka?
Sanksi tersebut berupa pembekuan aset, diskualifikasi Rusia dari FIFA, larangan penerbangan, larangan impor minyak, hingga sanksi terbesar yakni pemblokiran akses keuangan Rusia dari sistem global SWIFT.
Namun, jika dipikir-pikir, mengapa sanksi ini baru dijatuhkan pada Rusia saja, ketika di sisi lain Israel sudah mengacak-ngacak tanah Palestina sejak bertahun-tahun lamanya?
Dilansir dari berbagai sumber, semua ini tidak luput dari campur tangan Amerika Serikat. Perekrutan Ukraina menjadi bagian dari NATO adalah pemantik yang memicu konflik tidak berkesudahan antara Rusia-Ukraina.
Dengan dalih Pasal 5 dalam perjanjian NATO yang menyebutkan bahwa semua anggota NATO wajib turun tangan bila ada salah satu anggotanya mengalami penyerangan bersenjata, Amerika Serikat mati-matian membantu Ukraina, meski Ukraina secara resmi belum bergabung dalam NATO.
Dengan kata lain, dalam kasus ini, Amerika melindungi Ukraina yang menjadi “korban”. Ditambah lagi, kekuatan militer antara Rusia dan Amerika salip-menyalip menjadi posisi nomor satu dan dua di dunia.
Sanksi tersebut berupa pembekuan aset, diskualifikasi Rusia dari FIFA, larangan penerbangan, larangan impor minyak, hingga sanksi terbesar yakni pemblokiran akses keuangan Rusia dari sistem global SWIFT.
Namun, jika dipikir-pikir, mengapa sanksi ini baru dijatuhkan pada Rusia saja, ketika di sisi lain Israel sudah mengacak-ngacak tanah Palestina sejak bertahun-tahun lamanya?
Dilansir dari berbagai sumber, semua ini tidak luput dari campur tangan Amerika Serikat. Perekrutan Ukraina menjadi bagian dari NATO adalah pemantik yang memicu konflik tidak berkesudahan antara Rusia-Ukraina.
Dengan dalih Pasal 5 dalam perjanjian NATO yang menyebutkan bahwa semua anggota NATO wajib turun tangan bila ada salah satu anggotanya mengalami penyerangan bersenjata, Amerika Serikat mati-matian membantu Ukraina, meski Ukraina secara resmi belum bergabung dalam NATO.
Dengan kata lain, dalam kasus ini, Amerika melindungi Ukraina yang menjadi “korban”. Ditambah lagi, kekuatan militer antara Rusia dan Amerika salip-menyalip menjadi posisi nomor satu dan dua di dunia.
Lihat Juga :