AS dan Polandia Pertimbangkan Pasok Ukraina dengan Jet Tempur Era Uni Soviet
Minggu, 06 Maret 2022 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
Zelensky berbicara dengan anggota Kongres AS melalui sambungan video call, dilaporkan mendukung proposal untuk melarang ekspor minyak Rusia ke AS. Menurut laporan itu, ada sekitar 200 anggota DPR dan Senat yang ikut dalam panggilan itu.
Baca juga: Di Lokasi Rahasia, Presiden Ukraina Zelensky Mengaku Kecewa Berat pada Israel
Selama operasi yang sedang berlangsung, Biden telah menegaskan pada beberapa kesempatan bahwa militer AS tidak akan memasuki Ukraina, tetapi dia menunjukkan tambahan bantuan militer hingga USD350 juta akan dikirim, termasuk "bantuan pertahanan yang mematikan."
Moskow telah berulang kali memperingatkan Barat tentang konsekuensi berbahaya dari memompa senjata mematikan ke Ukraina. Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia mencatat bahwa pasokan senjata ke Ukraina oleh negara lain akan menyebabkan peningkatan kerugian dan penyebaran senjata di negara-negara Eropa.
Pekan lalu, Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina setelah Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk meminta bantuan untuk mempertahankan diri melawan pasukan dari Kiev. Sebagai tanggapan, negara-negara Barat di seluruh dunia telah meluncurkan berbagai sanksi terhadap Moskow.
Rusia telah mengumumkan bahwa tujuan dari operasi khusus tersebut adalah untuk mendemiliterisasi dan "menghilangkan nazifikasi" Ukraina serta menekankan bahwa hanya infrastruktur militer yang menjadi sasaran. Moskow telah berulang kali bersikeras bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk menduduki Ukraina.
Baca juga: 4 Jet Tempur Su-27 dan Drone Bayraktar Ukraina Ditembak Jatuh di Barat Kiev
Baca juga: Di Lokasi Rahasia, Presiden Ukraina Zelensky Mengaku Kecewa Berat pada Israel
Selama operasi yang sedang berlangsung, Biden telah menegaskan pada beberapa kesempatan bahwa militer AS tidak akan memasuki Ukraina, tetapi dia menunjukkan tambahan bantuan militer hingga USD350 juta akan dikirim, termasuk "bantuan pertahanan yang mematikan."
Moskow telah berulang kali memperingatkan Barat tentang konsekuensi berbahaya dari memompa senjata mematikan ke Ukraina. Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia mencatat bahwa pasokan senjata ke Ukraina oleh negara lain akan menyebabkan peningkatan kerugian dan penyebaran senjata di negara-negara Eropa.
Pekan lalu, Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina setelah Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk meminta bantuan untuk mempertahankan diri melawan pasukan dari Kiev. Sebagai tanggapan, negara-negara Barat di seluruh dunia telah meluncurkan berbagai sanksi terhadap Moskow.
Rusia telah mengumumkan bahwa tujuan dari operasi khusus tersebut adalah untuk mendemiliterisasi dan "menghilangkan nazifikasi" Ukraina serta menekankan bahwa hanya infrastruktur militer yang menjadi sasaran. Moskow telah berulang kali bersikeras bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk menduduki Ukraina.
Baca juga: 4 Jet Tempur Su-27 dan Drone Bayraktar Ukraina Ditembak Jatuh di Barat Kiev
(ian)
Lihat Juga :