Putin Bakal Penjarakan 15 Tahun Pembuat Hoaks tentang Militer Rusia

Sabtu, 05 Maret 2022 - 13:47 WIB
loading...
Putin Bakal Penjarakan...
Presiden Vladimir Putin meneken UU yang mengancam penjara 15 tahun bagi pembuat hoaks tentang militer Rusia yang sedang menginvasi Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin pada Jumat menandatangani undang-undang (UU) yang memperkenalkan hukuman penjara hingga 15 tahun bagi pembuat berita palsu atau hoaks tentang militer Rusia. Langkah ini diambil ketika Moskow mendorong invasinya ke Ukraina .

UU, yang rancangannya diadopsi oleh parlemen sebelumnya pada hari yang sama, menetapkan hukuman penjara dengan jangka waktu yang bervariasi dan denda terhadap orang-orang yang mempublikasikan informasi salah tentang militer. Hukuman yang lebih keras akan dijatuhkan ketika penyebaran berita palsu itu dianggap memiliki konsekuensi serius.

Putin, seperti dikutip The Moscow Times, Sabtu (5/3/2022), juga menandatangani UU yang akan memungkinkan denda atau hukuman penjara hingga tiga tahun bagi pihak yang menyerukan sanksi terhadap Rusia, di mana Moskow saat ini menghadapi sanksi ekonomi yang keras dari Barat atas invasi ke Ukraina.

Tahun lalu telah terjadi tindakan keras yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap suara-suara independen dan kritis di Rusia. Sekarang tindakan itu meningkat setelah dimulainya invasi.

Baca juga: Rusia Kuasai Langit Ukraina, Jika Pilot-pilot Terbang Akan Mati

Pengawas media Rusia mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka telah membatasi akses ke BBC dan situs media lainnya dan memblokir raksasa media sosial Facebook.

Dua outlet berita Rusia mengatakan mereka akan berhenti melaporkan Ukraina untuk melindungi jurnalis mereka, sementara BBC mengumumkan penghentian operasinya di Rusia.

Media Rusia telah diinstruksikan untuk hanya mempublikasikan informasi yang diberikan oleh sumber resmi, yang menggambarkan invasi sebagai operasi militer.

Sementara itu, lembaga penyiaran yang dikendalikan negara telah memperkuat narasi pemerintah tentang nasionalisme di Ukraina dan klaim Moskow bahwa tentara Ukraina menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Aljazair dan Austria...
Aljazair dan Austria Lolos Dramatis usai Bermain Imbang 3-3 di Laga Penuh Drama
Argentina Tundukkan...
Argentina Tundukkan Yordania 3-1, Messi Langsung Cetak Gol usai Masuk sebagai Pemain Pengganti
Berita Terkini
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Infografis
Menhan Australia Telepon...
Menhan Australia Telepon Menteri Sjafrie Terkait Rumor Pangkalan Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved