Intel Rusia: Para Teroris Dikirim ke Donbass, Dilatih di Pangkalan Al-Tanf AS
Sabtu, 05 Maret 2022 - 00:03 WIB
loading...
A
A
A
Kremlin menekankan bahwa neo-Nazi di Ukraina menggunakan metode teroris dengan mengerahkan senjata berat di daerah permukiman.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga mengatakan ada peningkatan jumlah tentara bayaran asing di Ukraina, termasuk dari Albania dan Kroasia, serta militan dari Kosovo.
Pada 27 Februari 2022, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan pembentukan legiun asing, Legiun Internasional Pertahanan Teritorial Ukraina.
Beberapa hari kemudian, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengklaim lebih dari seribu tentara bayaran dari 16 negara menuju ke Ukraina.
Zelensky telah menegaskan sekitar 16.000 tentara bayaran asing akan berperang untuk Ukraina.
Pada 24 Februari, Presiden Rusia Vladimir Putin mengizinkan operasi militer khusus di Ukraina menyusul permintaan dari republik Donbass, yang telah dia akui beberapa hari sebelumnya.
"Tujuan (operasi khusus Rusia) adalah untuk melindungi orang-orang yang telah menjadi sasaran pelecehan, genosida oleh rezim Kiev selama delapan tahun, dan untuk ini kami akan berusaha mendemiliterisasi dan de-Nazifikasi Ukraina, serta membawa mereka ke pengadilan, mereka yang melakukan banyak kejahatan berdarah terhadap penduduk yang damai, termasuk warga Federasi Rusia," tegas Putin dalam pidatonya yang disiarkan televisi.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga mengatakan ada peningkatan jumlah tentara bayaran asing di Ukraina, termasuk dari Albania dan Kroasia, serta militan dari Kosovo.
Pada 27 Februari 2022, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan pembentukan legiun asing, Legiun Internasional Pertahanan Teritorial Ukraina.
Beberapa hari kemudian, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengklaim lebih dari seribu tentara bayaran dari 16 negara menuju ke Ukraina.
Zelensky telah menegaskan sekitar 16.000 tentara bayaran asing akan berperang untuk Ukraina.
Pada 24 Februari, Presiden Rusia Vladimir Putin mengizinkan operasi militer khusus di Ukraina menyusul permintaan dari republik Donbass, yang telah dia akui beberapa hari sebelumnya.
"Tujuan (operasi khusus Rusia) adalah untuk melindungi orang-orang yang telah menjadi sasaran pelecehan, genosida oleh rezim Kiev selama delapan tahun, dan untuk ini kami akan berusaha mendemiliterisasi dan de-Nazifikasi Ukraina, serta membawa mereka ke pengadilan, mereka yang melakukan banyak kejahatan berdarah terhadap penduduk yang damai, termasuk warga Federasi Rusia," tegas Putin dalam pidatonya yang disiarkan televisi.
(sya)
Lihat Juga :