Mahathir: Jadi Bencana jika Trump Menang Pilpres AS Lagi
Senin, 15 Juni 2020 - 15:02 WIB
loading...
A
A
A
Trump menghadapi badai kritik mulai dari penanganan pandemi Covid-19 hingga protes yang meluas atas kematian George Floyd, seorang pria Afrika-Amerika yang tewas usai lehernya dicekik polisi kulit putih dengan lututnya di Minneapolis pada 25 Mei lalu.
Mahathir juga mengkritik Trump terkait caranya menjalankan kampanye dan pemerintahannya. (Baca juga: Skenario Biden jika Trump Kalah Pilpres tapi Menolak Lengser )
"Dia memecat semua stafnya yang bukan untuknya. Kedengarannya seperti negara dunia ketiga. Anda tahu, di Malaysia, kita mungkin melakukan itu. Jika kita tidak menyukai staf kita, kita memecatnya. Ini adalah Amerika, negara demokratis terbesar di dunia, sangat liberal dan sangat toleran. Dan dia memecat begitu banyak stafnya," paparnya.
Dia menambahkan bahwa dia tidak menyalahkan China atas konfrontasi yang sekarang terjadi dengan AS. Dia juga mengomentari sikap antagonis Trump terhadap Iran bahkan ketika yang terakhir bergulat dengan pandemi Covid-19.
"Dalam banyak kasus, bahkan jika Anda menemukan bahwa musuh menderita sesuatu, Anda tidak mengambil keuntungan dari penderitaan mereka untuk mendorong ancaman Anda lebih jauh, tetapi inilah yang Trump sedang lakukan," ujar Mahathir merujuk pada tindakan Trump yang menjatuhkan sanksi terhadap Iran di saat pandemi Covid-19 berlangsung.
Mahathir juga mengkritik Trump terkait caranya menjalankan kampanye dan pemerintahannya. (Baca juga: Skenario Biden jika Trump Kalah Pilpres tapi Menolak Lengser )
"Dia memecat semua stafnya yang bukan untuknya. Kedengarannya seperti negara dunia ketiga. Anda tahu, di Malaysia, kita mungkin melakukan itu. Jika kita tidak menyukai staf kita, kita memecatnya. Ini adalah Amerika, negara demokratis terbesar di dunia, sangat liberal dan sangat toleran. Dan dia memecat begitu banyak stafnya," paparnya.
Dia menambahkan bahwa dia tidak menyalahkan China atas konfrontasi yang sekarang terjadi dengan AS. Dia juga mengomentari sikap antagonis Trump terhadap Iran bahkan ketika yang terakhir bergulat dengan pandemi Covid-19.
"Dalam banyak kasus, bahkan jika Anda menemukan bahwa musuh menderita sesuatu, Anda tidak mengambil keuntungan dari penderitaan mereka untuk mendorong ancaman Anda lebih jauh, tetapi inilah yang Trump sedang lakukan," ujar Mahathir merujuk pada tindakan Trump yang menjatuhkan sanksi terhadap Iran di saat pandemi Covid-19 berlangsung.
(min)
Lihat Juga :