Hilang Satu Pekan, Aktivis 'Black Lives Matter' Dilaporkan Tewas
Senin, 15 Juni 2020 - 17:26 WIB
loading...
Seorang remaja 19 tahun, yang merupakan aktivis Black Lives Matter, Oluwatoyin Salau dilaporkan ditemukan tewas, satu pekan setelah dilaporkan hilang. Foto/Ist
A
A
A
WASHINGTON - Seorang remaja 19 tahun, yang merupakan aktivis Black Lives Matter, Oluwatoyin Salau dilaporkan ditemukan tewas, satu pekan setelah dilaporkan hilang. Salau terakhir kali terlihat pada tanggal 6 Juni lalu.
Departemen Kepolisian Tallahassee mengatakan bahwa pihaknya masih mencari keberadaan Salau. "Unit Korban Khusus Departemen Kepolisian Tallahassee sedang mencari informasi tentang lokasi Oluwatoyin ‘Toyin’ Salau," kata kepolisian Tallahassee.
“Salau terakhir kali terlihat pada 6 Juni 2020, di kawasan Orange Avenue dan Wahnish Way di Tallahasssee. Dia mungkin berada di area Jakes dan Patterson Street. Tidak ada deskripsi pakaian yang dikenal untuk Salau saat ini," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (15/6/2020).
Sebelum dia menghilang, Salau melalui akun Twitternya mengatakan bahwa dia telah dianiaya oleh seorang pria yang menawarkan untuk menidurinya. ( Baca juga: Reformasi Undang-Undang, Amerika Serikat Menuju Era Baru )
"Saya dianiaya di Tallahassee, Florida oleh seorang pria kulit hitam pagi ini jam 5:30 di Richview dan Park Ave. Pria itu menawarkanku tumpangan untuk menemukan tempat tidur dan mengambil barang-barang milik saya dari sebuah gereja tempat saya berlindung dalam beberapa seterakhir setelah saya k melarikan diri dari kondisi kehidupan yang tidak adil," tulis Salau pada 6 Juni.
Di Twitter, warganet di AS menyatakan bahwa jasad Salau telah ditemukan. Mereka kemudian menggunakan tagar #JusticeForToyin untuk menyampaikan dukungan terhadap Salau.( Baca juga: Pewarta Foto, Merekam Sejarah Mengabadikan Sebuah Perjuangan )
Departemen Kepolisian Tallahassee mengatakan bahwa pihaknya masih mencari keberadaan Salau. "Unit Korban Khusus Departemen Kepolisian Tallahassee sedang mencari informasi tentang lokasi Oluwatoyin ‘Toyin’ Salau," kata kepolisian Tallahassee.
“Salau terakhir kali terlihat pada 6 Juni 2020, di kawasan Orange Avenue dan Wahnish Way di Tallahasssee. Dia mungkin berada di area Jakes dan Patterson Street. Tidak ada deskripsi pakaian yang dikenal untuk Salau saat ini," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (15/6/2020).
Sebelum dia menghilang, Salau melalui akun Twitternya mengatakan bahwa dia telah dianiaya oleh seorang pria yang menawarkan untuk menidurinya. ( Baca juga: Reformasi Undang-Undang, Amerika Serikat Menuju Era Baru )
"Saya dianiaya di Tallahassee, Florida oleh seorang pria kulit hitam pagi ini jam 5:30 di Richview dan Park Ave. Pria itu menawarkanku tumpangan untuk menemukan tempat tidur dan mengambil barang-barang milik saya dari sebuah gereja tempat saya berlindung dalam beberapa seterakhir setelah saya k melarikan diri dari kondisi kehidupan yang tidak adil," tulis Salau pada 6 Juni.
Di Twitter, warganet di AS menyatakan bahwa jasad Salau telah ditemukan. Mereka kemudian menggunakan tagar #JusticeForToyin untuk menyampaikan dukungan terhadap Salau.( Baca juga: Pewarta Foto, Merekam Sejarah Mengabadikan Sebuah Perjuangan )
(esn)
Lihat Juga :