Bom Terkuat Buatan Rusia, Tsar Bomba yang Masih Ditakuti Dunia

Selasa, 01 Maret 2022 - 15:03 WIB
loading...
A A A
Bom itu dipasang oleh sensor barometik untuk meledak pada ketinggian 13.00 kaki dan dijatuhkan pada ketinggian 34.000 kaki. Saat itu bom tersebut berkapasitas 100 megaton, namun karena ledakan dianggap terlalu berbahaya untuk situasi pengujian maka dimodifikasi kembali agar “hanya” menghasilkan 50.000 kiloton atau 50 megaton.

Ledakan bom tersebut terjadi kira-kira 2,5 mil di atas tanah dan menghasilkan awan jamur setinggi lebih dari 37 mil. Kilatan ledakan terlihat sekitar 620 mil jauhnya.

Satu desa tak berpenghuni diratakan dan lebih dari 100 mil bangunan rata dan rusak. Panas yang dihasilkan dari ledakan diperkirakan dapat menyebabkan luka bakar tingkat tiga hingga jarak 100 km.



Ledakan Tsar Bomba diperkirakan 1.570 kali lebih kuat daripada hasil bom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki yang digabungkan.

Selain itu, bom ini 10 kali lebih kuat daripada semua senjata konvensional yang meledak selama Perang Dunia II.

Ledakannya mewakili 25% perkiraan letusan gunung berapi Krakatau pada tahun 1883. Meskipun ledakan udara diledakkan 13.000 kaki di atas tanah, Magnitudo seismik Tsar Bomba diperkirakan 5-5,25.

Tsar Bomba tidak pernah digunakan untuk operasional karena mengingat ukurannya yang besar. Selain itu, bom harus diangkat dengan pesawat konvensional sehingga mudah dicegat sebelum mencapai sasaran.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Diteror Beruang, Kota...
Diteror Beruang, Kota di Jepang Ini Lumpuh
Rekomendasi
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved