Ukraina Serukan Penyelidikan PBB atas Dugaan Kejahatan Perang Rusia

Selasa, 01 Maret 2022 - 06:16 WIB
loading...
Ukraina Serukan Penyelidikan...
Ukraina Serukan Penyelidikan PBB atas Dugaan Kejahatan Perang Rusia. FOTO/Reuters
A A A
JENEWA - Ukraina dan sekutunya pada Senin (28/2/2022) menyerukan penyelidikan PBB atas kemungkinan kejahatan perang yang dilakukan oleh Rusia selama aksi militernya di Ukraina.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB memilih pada hari Senin untuk menerima permintaan Ukraina untuk mengadakan debat mendesak pada hari Kamis tentang invasi Rusia. Sebuah rancangan resolusi Ukraina akan dipertimbangkan pada debat mendesak.

Baca: Italia Janji Kirim Senjata ke Kiev dan Siap Bantu Pengungsi Ukraina

Jika diadopsi, komisi tiga ahli independen akan menyelidiki semua dugaan pelanggaran hukum internasional di Krimea dan wilayah Donetsk dan Luhansk sejak 2014 dan di wilayah lain Ukraina sejak invasi Rusia pekan lalu.

"Pasukan Rusia berusaha menabur kepanikan di antara penduduk dengan secara khusus menargetkan taman kanak-kanak dan panti asuhan, rumah sakit dan brigade bantuan medis keliling sehingga melakukan tindakan yang dapat dianggap sebagai kejahatan perang,” kata Duta Besar Ukraina untuk PBB, Yevheniia Filipenko.

Sementara itu, Sheba Crocker, Duta Besar AS untuk PBB di Jenewa, mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Reuters, bahwa pemungutan suara pada awal pekan ini untuk mengadakan debat menunjukkan Rusia benar-benar terisolasi di Dewan.

Baca: Negosiasi 5 Jam Buntu, Rusia-Ukraina Sepakat Perundingan Kedua

"Hanya 4 negara yang mendukung posisi Rusia, jelas menunjukkan bahwa komunitas internasional bersatu mengutuk tindakan keji Rusia," kata Crocker.

Negara besar di Eropa lainnya, Inggris, juga mendukung penyelidikan ini. Menteri Luar Negeri Inggris Lord Ahmad menyerukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia oleh Rusia.

“Ada berbagai diskusi yang terjadi di Dewan Hak Asasi Manusia tentang mekanisme investigasi ini. Ada keterlibatan lain yang kami lakukan, termasuk dengan ICC (Pengadilan Pidana Internasional), untuk memastikan ada pertanggungjawaban atas kejahatan yang dilakukan setiap hari. jam, setiap hari di wilayah kedaulatan Ukraina," katanya kepada Reuters.

Baca: Finlandia dan Norwegia Akan Kirim Senjata dan Amunisi ke Ukraina

Dia mengatakan Rusia semakin terisolasi secara ekonomi, politik dan diplomatik. "Kami akan terus bekerja dengan mitra internasional kami untuk memastikan bahwa sekali lagi pesan yang sangat jelas diberikan kepada Rusia, bahwa ada biaya besar secara ekonomi bagi lembaga-lembaga Rusia, bank-bank Rusia, bahwa invasi ini akan merugikan mereka," jelasnya.

Di sisi lain, Duta Besar Rusia, Gennady Gatilov mengatakan telah meluncurkan "operasi khusus untuk menghentikan tragedi" di wilayah Donbass Ukraina yang memisahkan diri, dan bahwa pasukan Rusia tidak menembaki sasaran sipil di Ukraina.



Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov membatalkan rencana kunjungannya ke Jenewa untuk berpidato di forum pada hari Selasa, yang menurut misi Moskow adalah "karena larangan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada penerbangannya di wilayah udara sejumlah negara Uni Eropa yang telah memberlakukan sanksi anti-Rusia".

Pembatalan itu bertepatan dengan sikap Swiss, yang selama ini dikenal netral, kini memberlakukan sanksi keuangan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Mikhail Mishustin dan Lavrov.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Meriah! Road To Kilau...
Meriah! Road To Kilau Raya MNCTV Guncang Mojokerto dengan Penampilan Inul Daratista dan Happy Asmara
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved