Turki Batasi Akses Kapal Perang Angkatan Laut Rusia ke Laut Hitam

Senin, 28 Februari 2022 - 17:01 WIB
loading...
Turki Batasi Akses Kapal...
Kapal selam Angkatan Laut Rusia, Rostov-on-Don, melintas di Bosphorus, menuju Laut Hitam, di Istanbul, Turki, 13 Februari 2022. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Turki akan membatasi akses kapal perang Rusia ke Laut Hitam terkait konflik yang sedang berlangsung di Ukraina.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Mevlut Cavusoglu mengumumkan itu pada Minggu (27/2/2022) waktu setempat.

"Ini bukan beberapa serangan udara sekarang, situasi di Ukraina secara resmi perang ... Kami akan menerapkan Konvensi Montreux," papar Menlu Turki kepada CNN Turk dalam wawancara langsung.



Dia menambahkan, “Turki akan menerapkan semua ketentuan Konvensi Montreux secara transparan.”

Baca juga: Helikopter Delegasi Ukraina Tiba di Tempat Perundingan dengan Rusia

Sesuai Konvensi Montreux 1936, yang mengatur selat Laut Hitam, Turki dapat menutup selat untuk kapal militer negara mana pun pada keadaan perang formal, serta ketika merasa dirinya terancam perang yang akan segera terjadi.

Baca juga: Alasan Logis Putin Terus Sebut Denazifikasi Ukraina, Ada 4 Fakta Mengerikan

Namun, Turki tidak dapat menutup selat sepenuhnya, kecuali jika negara itu sendiri dalam keadaan perang.

Baca juga: George Soros Samakan Konflik Ukraina dengan Pengepungan Kota Nazi oleh Soviet

Ankara masih akan mengizinkan kapal-kapal militer, yang kembali ke pelabuhan asal mereka untuk melewati selat, catat Cavusoglu.

“Seharusnya tidak ada penyalahgunaan pengecualian ini. Kapal-kapal yang menyatakan kembali ke pangkalan mereka dan melewati selat tidak boleh terlibat dalam perang,” ungkap dia.

Kiev telah berulang kali mendesak Ankara menutup selat bagi Rusia, meskipun tidak ada pihak yang secara resmi menyatakan perang dalam konflik yang sedang berlangsung.

Rusia meluncurkan operasi militer skala besar di Ukraina pada Kamis, dengan alasan perlunya melindungi Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk yang memisahkan diri dari serangan habis-habisan yang diduga dilakukan pasukan Ukraina. Ukraina mengecam serangan itu sebagai "tidak beralasan."

Kiev telah membantah berusaha menyerang republik-republik yang memisahkan diri dari Ukraina setelah kudeta Maidan 2014 dan penggulingan pemerintah negara yang dipilih secara demokratis.

Moskow secara resmi mengakui republik-republik itu sebagai negara merdeka pada Senin, menandatangani perjanjian persahabatan bilateral dengan mereka dan menjanjikan bantuan militer.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Erdogan Beri Hadiah...
Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Setelah Turki, Giliran...
Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
AS Diperkirakan Akan...
AS Diperkirakan Akan Pasok 6 Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Bela Timnas Mesir: Mereka Dirampok Wasit!
Rekomendasi
Rumah Jampidsus Febrie...
Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Ternyata Tak Tercatat di LHKPN
Persoalkan Penerapan...
Persoalkan Penerapan Pasal 32 UU ITE, Roy Suryo Minta Status Tersangka Tidak Sah
Harlah ke-28, PKB Canangkan...
Harlah ke-28, PKB Canangkan Gerakan Tanam Sejuta Pohon Nasional
Berita Terkini
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
Erdogan Beri Hadiah...
Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Setelah Turki, Giliran...
Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Mahathir Mohamad Genap...
Mahathir Mohamad Genap 101 Tahun, Dokter yang Sulap Wajah Malaysia Modern
Mojtaba Akan Pimpin...
Mojtaba Akan Pimpin Doa untuk Ayatollah Ali Khamenei, Bakal Muncul untuk Pertama Kalinya?
Infografis
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Angkatan Laut Korut Dipersenjatai Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved