George Soros Samakan Konflik Ukraina dengan Pengepungan Kota Nazi oleh Soviet
Senin, 28 Februari 2022 - 14:56 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Rencana Rusia Taklukkan Ukraina dalam 48 Jam Gagal, Putin Dipermalukan
Posting blog masih dapat diakses di situs Soros pada Senin pagi (28/2/2022).
“Penting bahwa baik aliansi transatlantik (Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, dan Inggris) tetapi juga negara-negara lain melakukan apa pun dalam kekuatan mereka untuk mendukung Ukraina pada saat ancaman eksistensialnya,” papar Pendiri Open Society Foundations itu.
Soros menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan "serangan langsung terhadap kedaulatan semua negara yang pernah berada di Uni Soviet, dan seterusnya."
Pengepungan Budapest tahun 1944 membuat kota Hongaria, yang pada waktu itu diduduki militer Nazi, dikelilingi pasukan Soviet selama berbulan-bulan pertempuran dari rumah ke rumah yang melelahkan.
Soros, yang saat itu berusia 14 tahun, dan keturunan Yahudi, kemudian mengklaim bahwa dia mampu bertahan dari pendudukan Nazi di kotanya hanya karena keluarganya berhasil memperoleh kartu identitas (ID) Kristen.
Memerintahkan "operasi militer khusus" di Donbass, Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan misi Rusia di negara itu sebagai salah satu "de-Nazifikasi" dan "demiliterisasi".
Posting blog masih dapat diakses di situs Soros pada Senin pagi (28/2/2022).
“Penting bahwa baik aliansi transatlantik (Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, dan Inggris) tetapi juga negara-negara lain melakukan apa pun dalam kekuatan mereka untuk mendukung Ukraina pada saat ancaman eksistensialnya,” papar Pendiri Open Society Foundations itu.
Soros menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan "serangan langsung terhadap kedaulatan semua negara yang pernah berada di Uni Soviet, dan seterusnya."
Pengepungan Budapest tahun 1944 membuat kota Hongaria, yang pada waktu itu diduduki militer Nazi, dikelilingi pasukan Soviet selama berbulan-bulan pertempuran dari rumah ke rumah yang melelahkan.
Soros, yang saat itu berusia 14 tahun, dan keturunan Yahudi, kemudian mengklaim bahwa dia mampu bertahan dari pendudukan Nazi di kotanya hanya karena keluarganya berhasil memperoleh kartu identitas (ID) Kristen.
Memerintahkan "operasi militer khusus" di Donbass, Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan misi Rusia di negara itu sebagai salah satu "de-Nazifikasi" dan "demiliterisasi".
Lihat Juga :