Putin Perintahkan Pasukan Nuklir Rusia Siaga Tinggi, Ini Reaksi AS

Senin, 28 Februari 2022 - 07:13 WIB
loading...
Putin Perintahkan Pasukan...
Presiden Rusia Vladimir Putin perintahkan pasukan nuklir ditempatkan dalam siaga tinggi di tengah invasi Moskow ke Ukraina. AS langsung bereaksi marah atas langkah Putin. Foto/REUTERS/Grigory Dukor
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan kepala pertahanannya untuk menempatkan pasukan nuklir dalam siaga tinggi. Amerika Serikat (AS) langsung bereaksi marah dengan menyebut tindakan Moskow benar-benar tak bisa diterima.

Dalam perintahnya hari Minggu, Putin menuduh Barat sudah mengambil langkah-langkah tidak bersahabat terhadap Rusia.

Perintah Putin keluar ketika invasi Rusia ke Ukraina memasuki hari keempat. Hari ini (28/2/2022), invasi memasuki hari kelima. Moskow menolak narasi invasi dalam aksinya. Mereka menegaskan apa yang mereka lakukan adalah operasi militer khusus.

Moskow memiliki gudang senjata nuklir terbesar di dunia dan sejumlah besar rudal balistik yang membentuk tulang punggung pasukan pencegahan nuklir negara itu.

Baca juga: Perintah Putin: Posisikan Pasukan Nuklir Dalam Siaga Tinggi

"Saya memerintahkan menteri pertahanan dan kepala staf umum angkatan bersenjata Rusia untuk menempatkan pasukan pencegahan tentara Rusia ke dalam mode layanan tempur khusus," kata Putin.

"Anda lihat bahwa negara-negara Barat tidak hanya tidak bersahabat dengan negara kita di bidang ekonomi--maksud saya sanksi tidak sah," ujarnya, dalam pidato yang disiarkan televisi.

"Pejabat senior negara-negara NATO terkemuka juga mengizinkan pernyataan agresif terhadap negara kami," imbuh dia.

Menteri Pertahanan Shoigu langsung menjawab perintah Putin: "Setuju."

Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengecam perintah Putin sebagai eskalasi yang benar-benar tidak dapat diterima. Dia merespons atas nama pemerintahnya dalam program "Face the Nation" CBS pada Minggu.

"AS akan terus di sini di PBB dan di seluruh dunia untuk menggunakan setiap kemungkinan yang kita miliki di negara kita untuk mengekspos tindakannya," katanya.

"Presiden Putin terus meningkatkan perang ini dengan cara yang sama sekali tidak dapat diterima, dan kami harus terus mengutuk tindakannya dengan cara sekuat mungkin," kata Thomas-Greenfield.

Arti praktis dari perintah Putin tidak segera jelas. Rusia dan Amerika Serikat biasanya memiliki segmen berbasis darat dan kapal selam dari kekuatan nuklir strategis mereka dalam keadaan siaga dan siap untuk pertempuran setiap saat, tetapi pengebom berkemampuan nuklir dan pesawat lainnya tidak.

Jika Putin mempersenjatai atau meningkatkan kesiapan tempur nuklir pesawat pengebomnya, atau jika dia memerintahkan lebih banyak kapal selam rudal balistik ke laut, maka Amerika Serikat mungkin merasa terdorong untuk merespons dengan cara yang sama. Demikian analisis Hans Kristensen, seorang analis nuklir di Federasi Ilmuwan Amerika.

"Itu akan menandai eskalasi yang mengkhawatirkan dan potensi krisis," katanya.

Langkah yang mengkhawatirkan terjadi ketika pertempuran jalanan pecah di kota terbesar kedua di Ukraina dan pasukan Rusia menekan pelabuhan-pelabuhan strategis di selatan negara itu. Kemajuan Moskow itu menandai fase baru invasi Rusia menyusul gelombang serangan terhadap lapangan terbang dan fasilitas bahan bakar di tempat lain di Ukraina.

Ibu kota, Kiev, sangat sunyi setelah ledakan besar menerangi langit pagi dan pihak berwenang melaporkan ledakan di salah satu bandara. Hanya sebuah mobil sesekali muncul di jalan raya utama yang sepi karena jam malam yang ketat.

Penduduk yang ketakutan malah berjongkok di rumah, garasi bawah tanah, dan stasiun kereta bawah tanah untuk mengantisipasi serangan Rusia skala penuh.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
Dukung Program 3 Juta...
Dukung Program 3 Juta Rumah, Infiniti Land dan UI Jalin Kolaborasi
Perselingkuhan Membuka...
Perselingkuhan Membuka Rahasia Kelam Seorang Polisi di Microdrama V+Short The Next Door Detective
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Berita Terkini
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved