Rudal Kalibr, Senjata Favorit Rusia Digunakan untuk Gempur Ukraina

Sabtu, 26 Februari 2022 - 14:16 WIB
loading...
Rudal Kalibr, Senjata...
Rudal jelajah 3M14 Kalibr, senjata favorit Rusia digunakan untuk menggempur Ukraina. Foto/GlobalSecurity.org
A A A
KIEV - Rudal jelajah 3M14 Kalibr telah digunakan Rusia saat menggempur Ukraina pada hari pertama invasi, Kamis lalu. Itu merupakan salah satu senjata favorit Moskow yang pernah digunakan untuk membombardir basis-basis ISIS di Suriah tahun 2015.

Selain misil jelajah tersebut, senjata lain yang dipakai Moskow adalah Multiple Launch Rocket System (MLRS), senjata pesawat, dan artileri.

Moskow mengeklaim invasinya hanya menargetkan situs-situs militer Ukraina. Namun, faktanya infrastruktur sipil juga jadi korban sasaran.

Baca juga: Presiden Ukraina Zelensky: Ini Mungkin Terakhir Kali Anda Lihat Saya Hidup

Militer Ukraina mengonfirmasi penggunaan misil Kalibr dalam invasi Moskow.

“Pada pukul 13.00 pada 24 Februari, angkatan bersenjata negara agresor, Federasi Rusia, meluncurkan lebih dari 30 serangan, menggunakan rudal jelajah Kalibr, MLRS, senjata pesawat, dan artileri pada infrastruktur sipil dan militer Ukraina. Musuh melanjutkan serangan dengan dukungan pesawat militer yang melintasi perbatasan Ukraina ke arah Armiansk–Kherson, Chaplynka–Kakhovka," kata layanan pers Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina dalam sebuah posting di halaman Facebook-nya.

Rudal jelajah 3M14 Kalibr, yang oleh NATO dinamai SS-N-30A, adalah rudal jelajah serangan darat (LACM) Rusia dan versi perbaikan dari 3M-14E “Club” LACM.

SS-N-30A diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 1.500 hingga 2.500 km (932 hingga 1553 mil) dan telah menjadi andalan dalam kemampuan serangan darat Angkatan Laut Rusia.

Menurut catatan The Drive, misil jelajah ini pernah digunakan kapal perang Angkatan Laut Rusia ketika membombardir basis-basis ISIS di Suriah tahun 2015. Senjata ini kerap dibandingkan dengan rudal jelajah Tomahawk Amerika Serikat (AS).

Rudal 3M14 Kalibr dianggap sangat serbaguna karena dapat ditembakkan dari sistem peluncuran vertikal umum yang dapat digunakan dari berbagai jenis kapal perang dan kapal selam. Kapal perang seukuran kendaraan kecil bahkan dapat dilengkapi dengan Kalibr yang mengubah kendaraan paling rahasia menjadi mesin perang yang kuat.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia juga mencatat adanya aktivitas kelompok sabotase dan pengintaian di wilayah operasional Besarabsky dan di zona operasional Laut Hitam.

Secara khusus, kelompok operasional pasukan tertentu berkumpul kembali dan dipindahkan ke area tugas untuk secara efektif mengusir agresi Rusia. Kelompok operasional dan taktis Ukraina melakukan pertempuran defensif ke segala arah kemajuan musuh.

Pasukan Rusia diketahui meluncurkan serangan dari wilayahnya yang berbatasan dengan Ukraina, dari wilayah Belarusia, dari wilayah Crimea dan dari wilayah Donetsk dan Luhansk Ukraina timur yang dikuasai separatis pro-Moskow. Beberapa target serangan adalah wilayah Sumy, Kharkiv, Chernihiv, dan Zhytomyr, sebelum akhirnya meluas ke wilayah lain termasuk Kiev.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina melaporkan bahwa militer Kiev telah menembak jatuh tujuh pesawat tempur dan setidaknya dua helikopter Angkatan Bersenjata Federasi Rusia. Namun, klaim itu belum bisa diverifikasi secara independen.

Di pinggiran Kharkiv, Angkatan Bersenjata Ukraina menghancurkan empat tank Angkatan Bersenjata Federasi Rusia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Janggal, Jubir Angkatan...
Janggal, Jubir Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tewas akibat Kecelakaan
Rekomendasi
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
YHK Junior Padel Championship...
YHK Junior Padel Championship 2026 Jadi Ajang Lahirnya Atlet Muda Indonesia
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Berita Terkini
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved