AS Kerahkan 3 Kapal Induk ke Indo-Pasifik, Warning bagi China

Senin, 15 Juni 2020 - 08:27 WIB
loading...
A A A
Presiden Donald Trump, yang dikritik karena penanganannya di dalam negeri terhadap pandemi Covid-19, telah mengutuk China atas apa yang dia lihat sebagai kegagalan untuk secara memadai memperingatkan dunia tentang ancaman Covid-19. Pemerintah AS juga telah ancang-ancang untuk mengusir mahasiswa pascasarjana dan peneliti China yang terkait Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) atau layanan keamanan China lainnya dari wilayah AS.

Strategi pertahanan nasional AS mengutip China sebagai masalah keamanan utama, dan para pemimpin Pentagon telah bekerja untuk mengalihkan lebih banyak sumber daya dan aset militer ke wilayah Indo-Pasifik untuk memerangi apa yang mereka lihat sebagai pengaruh ekonomi dan militer Beijing yang meningkat.

“Kemampuan untuk hadir dengan cara yang kuat adalah bagian dari kompetisi. Dan karena saya selalu memberi tahu teman-teman saya di sini, Anda harus hadir untuk menang ketika Anda berkompetisi," kata Laksamana Muda Stephen Koehler, direktur operasi di Komando Indo-Pasifik AS. (Baca juga: China Usir Kapal Perang AS Bersenjata Rudal dari Laut China Selatan )

"Operator dan kelompok tempur kapal induk yang besar merupakan simbol fenomenal kekuatan Angkatan Laut Amerika. Saya benar-benar bersemangat bahwa kami memiliki tiga dari mereka saat ini," ujarnya.

Berbicara kepada The Associated Press dari kantornya di Hawaii, Koehler mengatakan China perlahan dan secara metodis membangun pos-pos militer di Laut China Selatan, menempatkan sistem rudal dan peperangan elektronik di sana.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
5 Fakta Menarik Jerman...
5 Fakta Menarik Jerman Tumbang Dihajar Ekuador: Gol Kilat Sane hingga Tekanan Gila La Tri
SMP Islam Amalina Raih...
SMP Islam Amalina Raih Penghargaan Most Innovative Eco Project di ESD Symposium 2026 Malaysia
Jokowi Wajib Hadir di...
Jokowi Wajib Hadir di Persidangan Perkara Ijazah, Pengacara Roy Suryo: Kan Dia Pelapor
Berita Terkini
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved