China Tuduh AS Usung Isu Ukraina untuk Ciptakan Ketegangan dan Kepanikan

Rabu, 23 Februari 2022 - 17:43 WIB
loading...
China Tuduh AS Usung...
Ilustrasi
A A A
BEIJING - China menuduh Amerika Serikat (AS) "meningkatkan ketegangan" dan "menciptakan kepanikan" atas krisis Ukraina . Tudingan ini muncul tak lama setelah Washington mengumumkan sanksi terhadap Moskow.

China mengecam Washington atas sanksi pada Rabu (23/2/2022) dan mengatakan bahwa AS meningkatkan ketegangan dengan mengirim senjata ke Ukraina.

Baca: Reaksi Lengkap China terhadap Pengakuan Rusia atas Kemerdekaan Donbass

“Tindakan AS itu meningkatkan ketegangan, menciptakan kepanikan, dan bahkan mempermainkan jadwal perang", kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying kepada wartawan, seperti dikutip dari Channel News Asia.

"Jika seseorang menambahkan bahan bakar ke api sambil menyalahkan orang lain, maka perilaku itu tidak bertanggung jawab dan tidak bermoral," tambahnya. Ia juga mengalihkan sorotan ke AS dalam menanggapi pertanyaan tentang peran China dalam menyelesaikan situasi.

Dia mengatakan bahwa China telah "meminta semua pihak untuk menghormati dan mementingkan masalah keamanan satu sama lain, berusaha untuk menyelesaikan masalah melalui negosiasi dan konsultasi, dan bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas regional".

Baca: China: Persaingan Pahit dengan AS Bisa Menjadi Konfrontasi Penuh

Beijing telah melangkah dengan hati-hati di Ukraina karena Moskow telah mengumpulkan ribuan tentara di perbatasan, dan mengkritik Barat atas sanksi baru, setelah Rusia memerintahkan pasukan ke dua wilayah Ukraina yang memisahkan diri yang sekarang diakui sebagai wilayah merdeka.

Ditanya apakah China akan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, Hua menambahkan bahwa Beijing percaya "sanksi tidak pernah menjadi cara mendasar dan efektif untuk menyelesaikan masalah".

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden menekankan bahwa hukuman itu hanya "tahap pertama". Biden menambahkan, bahwa lebih banyak sanksi akan datang jika Presiden Rusia Vladimir Putin memperluas cengkeraman militer negaranya di luar dua wilayah di wilayah Donbas timur.

Baca: China: Amerika Terlalu Melebih-lebihkan Ancaman Rusia ke Ukraina

Selain Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, Jepang dan Australia juga mengumumkan hukuman menyusul keputusan Putin untuk mengirim tentara ke Donetsk dan Luhansk.

Pada hari Selasa, Biden mengatakan bahwa Washington akan terus memasok senjata "pertahanan" ke Ukraina melawan invasi Rusia, dan mengerahkan pasukan AS untuk memperkuat sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Eropa Timur.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Horor! Siswa Pilot Terpaksa...
Horor! Siswa Pilot Terpaksa Mendarat Sendiri Usai Instrukturnya Tiba-Tiba Lompat Keluar Pesawat
Israel Siapkan Serangan...
Israel Siapkan Serangan Besar ke Iran, Kepala Staf IDF: Bersiaplah!
Rekomendasi
AEI Golf Tournament...
AEI Golf Tournament 2026 Resmi Ditutup, Airlangga Hartarto: Ini Bagian Silaturahmi Lingkungan Pasar Modal
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
Jarwo Kwat Kenang Temon:...
Jarwo Kwat Kenang Temon: Pelawak yang Tak Pernah Marah dan Selalu Menghibur
Berita Terkini
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved