Australia Akan Masukkan Hamas dalam Daftar Kelompok Teroris

Kamis, 17 Februari 2022 - 15:47 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Kuwait Larang Tayang Film yang Dibintangi Aktris Israel Pengkritik Hamas

"Sama sekali tidak ada keraguan bahwa Hamas secara keseluruhan memenuhi definisi organisasi teroris," kata Leibler dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa keputusan tersebut sejalan dengan Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris dan Kanada.

Jaringan Advokasi Palestina Australia, sebuah koalisi nasional Australia yang mendukung hak-hak Palestina, tidak setuju dengan sayap politik Hamas yang ditetapkan sebagai organisasi teroris.

Dalam sebuah pernyataan kelompok itu mengatakan penetapan tersebut tidak melakukan apa pun untuk memajukan tujuan perdamaian dan hanya akan menciptakan lebih banyak penderitaan bagi 2 juta orang yang saat ini hidup di bawah blokade Israel selama 15 tahun.

“Pemerintah telah gagal dalam tugasnya mencari solusi damai dan telah menunjukkan bahwa mereka menerapkan satu set aturan untuk Palestina dan satu lagi untuk Israel,” kata Presiden Jaringan Advokasi Palestina Australia Bishop George Browning.

Baca juga: Khianati Kelompoknya, Komandan Hamas Ini Jadi Mata-mata Israel

Selain Hamas, Australiajugatelah menambahkan kelompok ekstremis sayap kanan yang berbasis di Amerika Serikat (AS), National Socialist Order atau Ordo Sosialis Nasional, dalam daftar kelompok terlarang.

"National Socialist Order, sebelumnya dikenal sebagai Divisi Atomwaffen, bergabung dengan kelompok Islam Hay'at Tahrir al-Sham dan Hurras al-Din untuk ditambahkan ke dalam daftar (teroris)," kata Andrews.

Ordo Sosialis Nasional, yang mengadvokasi "perang ras" global dan runtuhnya masyarakat demokratis, masuk dalam daftar pada hari ini, menjadikan jumlah kelompok terlarang menjadi 28.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Hamas Sangkal Tudingan...
Hamas Sangkal Tudingan Tolak Serahkan Pemerintahan di Gaza
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Rusia Sebut Tetangga...
Rusia Sebut Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Markas Senjata Nuklir AS
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
Trump Marah Besar, Sebut...
Trump Marah Besar, Sebut Netanyahu ‘Gila' Usai Iran Hentikan Negosiasi
Iran Serang Bandara...
Iran Serang Bandara Internasional Kuwait Sebabkan Korban, Penerbangan Dihentikan
Rekomendasi
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Kalahkan Ana/Trias, Rachel/Febi ke Semifinal
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved