Diktator Terkeren di Dunia Tegur AS: Kami Bukan Jajahanmu, Jauhi Urusan Internal Kami!
Kamis, 17 Februari 2022 - 11:26 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan bahwa AS tidak memiliki yurisdiksi di El Salvador, negara yang berdaulat dan merdeka.
Bukele, yang terpilih sebagai presiden pada 2019, pernah menggambarkan dirinya sebagai "diktator paling keren di dunia" dalam biografi Twitter-nya. Namun, sekarang dia menyebut dirinya sebagai "CEO El Salvador".
Dia menanggapi pernyataan tiga senator AS—dua Republikan dan seorang Demokrat—yang prihatin tentang adopsi bitcoin di El Salvador dan potensi risiko terhadap sistem keuangan AS yang mungkin diwakilinya.
Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Bob Menendez, bergabung dengan Senator Republik Jim Risch dari Idaho dan Bill Cassidy dari Louisiana dalam mengusulkan Undang-Undang Akuntabilitas untuk Cryptocurrency di El Salvador (ACES).
RUU yang akan menjadi UU itu menuntut Departemen Luar Negeri AS untuk menghasilkan laporan dan rencana untuk mengatasi adopsi pemerintah Bukele terhadap bitcoin.
"Adopsi bitcoin El Salvador menimbulkan kekhawatiran yang signifikan tentang stabilitas ekonomi dan integritas keuangan negara Amerika Tengah dan memiliki potensi untuk melemahkan kebijakan sanksi AS, memberdayakan aktor jahat seperti China dan organisasi kriminal terorganisir," kata Senator Risch.
“Jika Amerika Serikat ingin memerangi pencucian uang dan mempertahankan peran dolar sebagai mata uang cadangan dunia, kita harus mengatasi masalah ini secara langsung,” imbuh Cassidy.
Bukele, yang terpilih sebagai presiden pada 2019, pernah menggambarkan dirinya sebagai "diktator paling keren di dunia" dalam biografi Twitter-nya. Namun, sekarang dia menyebut dirinya sebagai "CEO El Salvador".
Dia menanggapi pernyataan tiga senator AS—dua Republikan dan seorang Demokrat—yang prihatin tentang adopsi bitcoin di El Salvador dan potensi risiko terhadap sistem keuangan AS yang mungkin diwakilinya.
Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Bob Menendez, bergabung dengan Senator Republik Jim Risch dari Idaho dan Bill Cassidy dari Louisiana dalam mengusulkan Undang-Undang Akuntabilitas untuk Cryptocurrency di El Salvador (ACES).
RUU yang akan menjadi UU itu menuntut Departemen Luar Negeri AS untuk menghasilkan laporan dan rencana untuk mengatasi adopsi pemerintah Bukele terhadap bitcoin.
"Adopsi bitcoin El Salvador menimbulkan kekhawatiran yang signifikan tentang stabilitas ekonomi dan integritas keuangan negara Amerika Tengah dan memiliki potensi untuk melemahkan kebijakan sanksi AS, memberdayakan aktor jahat seperti China dan organisasi kriminal terorganisir," kata Senator Risch.
“Jika Amerika Serikat ingin memerangi pencucian uang dan mempertahankan peran dolar sebagai mata uang cadangan dunia, kita harus mengatasi masalah ini secara langsung,” imbuh Cassidy.
Lihat Juga :