Rusia Tarik Sejumlah Pasukan dari Perbatasan Ukraina, Ketegangan Mereda?
Selasa, 15 Februari 2022 - 17:42 WIB
loading...
A
A
A
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan akan menggunakan truk untuk memindahkan beberapa perangkat keras sementara beberapa pasukan akan berbaris ke pangkalan sendiri.
Manuver yang dilaporkan ini bertentangan dengan peringatan dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris bahwa Rusia mungkin siap untuk menyerang Ukraina setiap saat .
Baca juga: AS: Invasi Rusia ke Ukraina Bisa Dimulai Kapan Saja Sekarang
Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss mengatakan Inggris perlu melihat pemindahan besar-besaran pasukan Rusia dari perbatasan dengan Ukraina untuk meyakini bahwa Moskow tidak memiliki rencana untuk melakukan invasi.
"15 Februari 2022 akan menjadi sejarah sebagai hari propaganda perang barat gagal. Mereka telah dipermalukan dan dihancurkan tanpa satu tembakan pun dilepaskan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.
Upaya diplomatik yang ditujukan untuk menangkal potensi krisis berlanjut pada hari Selasa, dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dia kemungkinan akan mengulangi peringatan bahwa Rusia menghadapi sanksi keras jika menyerang Ukraina.
Manuver yang dilaporkan ini bertentangan dengan peringatan dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris bahwa Rusia mungkin siap untuk menyerang Ukraina setiap saat .
Baca juga: AS: Invasi Rusia ke Ukraina Bisa Dimulai Kapan Saja Sekarang
Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss mengatakan Inggris perlu melihat pemindahan besar-besaran pasukan Rusia dari perbatasan dengan Ukraina untuk meyakini bahwa Moskow tidak memiliki rencana untuk melakukan invasi.
"15 Februari 2022 akan menjadi sejarah sebagai hari propaganda perang barat gagal. Mereka telah dipermalukan dan dihancurkan tanpa satu tembakan pun dilepaskan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.
Upaya diplomatik yang ditujukan untuk menangkal potensi krisis berlanjut pada hari Selasa, dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dia kemungkinan akan mengulangi peringatan bahwa Rusia menghadapi sanksi keras jika menyerang Ukraina.
Lihat Juga :