Nyamar Jadi Periset, Perwira China Didakwa Lakukan Penipuan Visa AS

Sabtu, 13 Juni 2020 - 05:57 WIB
loading...
Nyamar Jadi Periset,...
Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Seorang periset dan perwira tentara China ditangkap di Bandara Internasional Los Angeles (LAX) pada hari Minggu. Agen pabean Amerika Serikat (AS) menemukan bahwa ia sengaja membuat pernyataan palsu tentang dinas kemiliterannya dalam permohonan visa.

Warga negara China bernama Xin Wang, yang masuk ke AS pada 26 Maret 2019 melalui visa masuk ganda J1 non-migran, telah didakwa dengan kejahatan penipuan visa menurut pengaduan kriminal yang belum disegel yang diajukan pada hari Senin di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California.

Pengajuan pengadilan merinci bahwa Wang memperoleh visanya pada 17 Desember 2018 setelah mengajukan aplikasi yang berisi pernyataan palsu tentang dinas militernya dengan PLA atau Tentara Pembebasan China.

Menurut aplikasi untuk visa J1, yang dikeluarkan untuk individu yang berpartisipasi dalam program pertukaran pengunjung kerja dan studi, Wang mencatat bahwa ia adalah seorang karyawan Universitas Angkatan Udara dan datang ke AS untuk melakukan penelitian di Universitas California, San Francisco (UCSF).

"Dia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya menjabat sebagai Associate Professor di bidang Kedokteran di Angkatan Darat China dari 1 September 2002 hingga 1 September 2016," kata arsip itu seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (13/6/2020).

Meskipun warga negara China berada di AS selama lebih dari setahun, pihak berwenang tidak mengetahui adanya kejanggalan dalam permohonan Wang sampai ia berusaha untuk meninggalkan AS ke Tianjin, China, pada 7 Juni 2020.

Agen Pabean dan Perlindungan Perbatasan AS di LAX melakukan wawancara dengan warga negara China itu, yang mengungkapkan bahwa dia saat ini adalah teknisi 'Level 9' dalam PLA, telah menerima beasiswa dari Dewan Beasiswa China dan telah menerima tunjangan dari PLA saat dia belajar di AS, menurut dokumen yang tidak disegel itu.

Agen Khusus FBI Patrick Fogerty menegaskan bahwa, dalam upaya untuk meningkatkan peluangnya mendapatkan visa J1, Wang sengaja membuat pernyataan palsu tentang layanan militernya pada permohonannya.

The Los Angeles Times mencatat bahwa pernyataan pengadilan juga menuduh bahwa Wang diinstruksikan oleh personel PLA untuk mengamati tata letak laboratorium UCSF dan membawa kembali informasi tentang cara mereplikasi di China.

Wang dijadwalkan kembali ke pengadilan pada hari Jumat untuk sidang penahanannya.

Jika dinyatakan bersalah atas penipuan visa, warganegara China itu menghadapi hukuman maksimum 10 tahun penjara dan denda hingga USD250.000.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Trump Sebut Aset Iran...
Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran
Rekomendasi
Inggris vs Ghana 0-0,...
Inggris vs Ghana 0-0, Laga Hambar di Boston
Kroasia Kalahkan Panama,...
Kroasia Kalahkan Panama, Gol Ante Budimir Jaga Asa Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
10 Muharram dan Kematian...
10 Muharram dan Kematian Firaun: Akhir Sang Raja yang Mengaku Tuhan
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved