Ketika Museum Belanda Pamerkan Dokumentasi Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
Kamis, 10 Februari 2022 - 16:04 WIB
loading...
A
A
A
Lainnya adalah lukisan cat air kecil Mohammad Toha, 11 tahun pada saat itu, yang mendokumentasikan pendaratan pasukan kolonial Belanda di kota Yogyakarta pada bulan Desember 1948.
Lukisan aquarelle, kecil sehingga tidak dapat ditemukan, menunjukkan pesawat pengebom Belanda di atas kota, pasukan terjun payung Belanda mendarat dan korban di pemakaman.
Juga dipamerkan adalah mantel pagi yang dibuat oleh wanita Belanda; Jeanne Van Leur-de Loos, dari peta sutra yang digunakan oleh tentara Inggris.
“Semakin Anda menceritakan kisah-kisah ini, semakin dekat Anda dengan masa lalu,” kata Bonnie Triyana, sejarawan Indonesia dan kurator tamu pameran tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Belanda akhirnya mulai bergulat dengan warisan sejarah kolonialismenya.
Rijksmuseum tahun lalu menggelar pameran sejarah perbudakan Belanda.
Tetapi pendudukan Belanda selama tiga abad di Indonesia, yang dulu dikenal sebagai Hindia Belanda, khususnya tetap menjadi subjek yang lembut di Belanda.
Bulan lalu sebuah kelompok yang mewakili para korban kolonialisme Belanda mengajukan tuntutan terhadap Rijksmuseum dan direkturnya atas istilah yang digunakan dalam pameran tersebut.
Kata “bersiap” digunakan di Belanda untuk merujuk pada waktu tepat setelah Perang Dunia II ketika warga negara Belanda, China, dan lainnya yang dicurigai bersimpati dengan pasukan kolonial menjadi sasaran pasukan kemerdekaan.
Lukisan aquarelle, kecil sehingga tidak dapat ditemukan, menunjukkan pesawat pengebom Belanda di atas kota, pasukan terjun payung Belanda mendarat dan korban di pemakaman.
Juga dipamerkan adalah mantel pagi yang dibuat oleh wanita Belanda; Jeanne Van Leur-de Loos, dari peta sutra yang digunakan oleh tentara Inggris.
“Semakin Anda menceritakan kisah-kisah ini, semakin dekat Anda dengan masa lalu,” kata Bonnie Triyana, sejarawan Indonesia dan kurator tamu pameran tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Belanda akhirnya mulai bergulat dengan warisan sejarah kolonialismenya.
Rijksmuseum tahun lalu menggelar pameran sejarah perbudakan Belanda.
Tetapi pendudukan Belanda selama tiga abad di Indonesia, yang dulu dikenal sebagai Hindia Belanda, khususnya tetap menjadi subjek yang lembut di Belanda.
Bulan lalu sebuah kelompok yang mewakili para korban kolonialisme Belanda mengajukan tuntutan terhadap Rijksmuseum dan direkturnya atas istilah yang digunakan dalam pameran tersebut.
Kata “bersiap” digunakan di Belanda untuk merujuk pada waktu tepat setelah Perang Dunia II ketika warga negara Belanda, China, dan lainnya yang dicurigai bersimpati dengan pasukan kolonial menjadi sasaran pasukan kemerdekaan.
Lihat Juga :