Iran Minta Bantuan Ahli Prancis Baca Kotak Hitam Pesawat Ukraina

Sabtu, 13 Juni 2020 - 00:26 WIB
loading...
Iran Minta Bantuan Ahli...
Iran meminta bantuan ahli Prancis membaca kotak hitam pesawat Ukraina yang ditembak jatuh pada Januari lalu. Foto/Albertaprimetimes
A A A
TEHERAN - Penyelidik kecelakaan udara Iran , AAIB, telah meminta Biro Penyelidikan dan Analisis Keselamatan Penerbangan Sipil (BEA) Prancis untuk membaca kotak hitam dari pesawat Ukraina yang ditembak jatuh negara itu. Hal itu diungkapkan utusan Iran untuk badan penerbangan PBB.

Pesawat komersil Ukraina International Airlines ditembak jatuh pada 8 Januari oleh rudal darat-ke-udara Iran, menewaskan 176 orang dalam apa yang disebut Teheran sebagai "kesalahan berujung bencana" pada saat meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS). (Baca: BREAKING-Iran Akui Tak Sengaja Tembak Jatuh Pesawat Ukraina )

Nasib suara kokpit dan data 'kotak hitam' perekam telah menjadi subjek kebuntuan internasional dikalahkan oleh krisis virus Corona, yang Iran katakan juga berkontribusi terhadap keterlambatan penyelidikan oleh Dewan Investigasi Kecelakaan Udara Iran.

Kemajuan dibahas pada pertemuan dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional PBB, ICAO, pada hari Rabu lalu.

"AAIB Iran baru-baru ini mengajukan permintaan kepada BEA bahwa perekam harus dibawa oleh Iran ke lokasi BEA di Prancis untuk dibaca di hadapan perwakilan dari negara-negara yang terlibat lainnya dan ICAO, jika BEA berada dalam posisi untuk mengakomodasi ini," kata Farhad Parvaresh, perwakilan Iran untuk badan PBB, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (12/6/2020).

BEA mengatakan belum secara resmi menerima permintaan dan tetap dalam diskusi dengan Iran, Kanada serta Ukraina tentang keterlibatan yang mungkin dimilikinya. Untuk diketahui 57 warga Kanada menjadi korban dalam insiden itu.

Iran menuduh AS, yang membangun Boeing 737-800, menolak untuk menyediakan perangkat lunak untuk menguraikan perekam, sementara Kanada dan Ukraina menuduh Teheran menunda-nunda penyelidikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Balas Dendam, Iran Hujani...
Balas Dendam, Iran Hujani Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain dengan Rudal dan Drone
Rekomendasi
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Berita Terkini
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved