AS Desak Korut Fokus pada Kebutuhan Rakyatnya, Bukan Rudal

Selasa, 08 Februari 2022 - 11:31 WIB
loading...
AS Desak Korut Fokus...
Amerika Serikat mendesak Korea Utara fokus pada kebutuhan rakyatnya, bukan rudal balistik. Foto/REUTERS/Edgar Su
A A A
NEW YORK CITY - Amerika Serikat mendesak Korea Utara (Korut) untuk fokus pada kebutuhan dan kesejahteraan rakyatnya, bukan mementingkan program rudal balistik.

Sedangkan Rusia dan China menyalahkan sanksi yang dipelopori Amerika karena telah memperburuk situasi kemanusiaan di negara yang dipimpin Kim Jong-un tersebut.

Rusia menempatkan sanksi di bawah sorotan di Dewan Keamanan PBB sebagai bagian dari kepresidenannya dari 15 anggota dewan selama Februari.

Namun, Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia tidak dapat memimpin pertemuan tersebut karena dia dinyatakan positif COVID-19.

“Kami menyerukan DPRK untuk menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan rakyatnya sendiri dengan menghormati hak asasi manusia, menggunduli program WMD (senjata pemusnah massal) dan rudal balistik yang melanggar hukum, dan memprioritaskan kebutuhan rakyatnya sendiri," kata Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, seperti dikutip Reuters, Selasa (8/2/2022).

Baca juga: Putin: Jika Ukraina Gabung NATO, Perang dengan Rusia!

DPRK adalah singkatan untuk nama resmi Korea Utara; Democratic People's Republic of Korea [Republik Rakyat Demokratik Korea].

Negara itu telah berada di bawah sanksi PBB sejak 2006 atas program nuklir dan rudal balistiknya.

Pada bulan November, Rusia dan China menghidupkan kembali dorongan tahun 2019 untuk meringankan sanksi PBB terhadap Korea Utara dalam apa yang mereka gambarkan sebagai upaya untuk memperbaiki situasi kemanusiaan.

Langkah itu mendapat sedikit dukungan atau keterlibatan di antara anggota dewan, sehingga China dan Rusia belum memberikan suara.

"Jika dewan memikirkan warga Korea biasa dan bukan hanya geopolitik, maka proposal ini memerlukan dukungan," kata Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy kepada dewan.

"Kami sangat yakin bahwa aparatus sanksi Dewan Keamanan membutuhkan dosis humanisasi yang kuat."

Situasi kemanusiaan Korea Utara "terus memburuk", menurut kutipan dari laporan rahasia PBB yang dilihat pada hari Sabtu pekan lalu oleh Reuters.

Laporan itu mengatakan bahwa kondisi itu mungkin karena blokade terkait COVID-19 yang diberlakukan sendiri oleh Pyongyang.

Rusia dan China juga menggunakan pertemuan dewan pada hari Senin untuk mengecam sanksi sepihak, tanpa menyebutkan nama.

Duta Besar China untuk PBB Zhang Jun mengatakan tentang negara-negara seperti itu: "Mereka telah melemparkannya ke kiri, kanan, dan tengah dalam hiruk-pikuk, sedemikian rupa sehingga mereka tampaknya kecanduan."

Thomas-Greenfield mengatakan dia prihatin dengan upaya untuk mengkritik dan mendelegitimasi sanksi sepihak sebagai melanggar hukum dan bahwa Amerika Serikat dengan tegas menolak posisi itu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Otto Media Grup dan...
Otto Media Grup dan SOMETHINC Dorong Kolaborasi Bisnis Kreator
Jadwal Formula 1 Lenovo...
Jadwal Formula 1 Lenovo Austrian Grand Prix 2026, Live Streaming di VISION+
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Berita Terkini
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Infografis
13 Rudal dan Drone Iran...
13 Rudal dan Drone Iran yang Bisa Hancurkan Pangkalan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved