Inggris Ingin Beri Rusia Jaminan Ini Soal NATO dan Ukraina

Senin, 07 Februari 2022 - 22:30 WIB
loading...
Inggris Ingin Beri Rusia...
Tentara mengikuti latihan militer di Lviv, Ukraina, 24 September 2021. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson ingin menawarkan jaminan tambahan kepada Rusia bahwa NATO akan tetap menjadi aliansi defensif dalam upaya nyata menenangkan kekhawatiran Moskow tentang kehadiran militer blok yang terus tumbuh di dekat perbatasan Rusia.

Baca juga: Situasi Ukraina Makin Genting, Menlu Inggris Segera Terbang ke Rusia

Juru bicara Johnson mengklarifikasi, bagaimanapun, bahwa perdana menteri akan bersikeras mempertahankan prinsip NATO untuk menerima semua negara yang bersedia bergabung.

Kementerian Luar Negeri Rusia sebelumnya menyatakan mereka bekerja untuk mengatur kunjungan Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss ke Moskow.

Inggris mencoba meredakan ketegangan di sekitar Ukraina. London sebelumnya mengulangi tuduhan tidak berdasar oleh Amerika Serikat (AS) bahwa Kremlin merencanakan invasi ke Ukraina.

Baca juga: Ramalan Presiden Belarusia: Ukraina akan Gabung Negara Kesatuan dengan Rusia

"Rusia telah menyatakan keprihatinan tentang potensi agresi NATO, tetapi kami telah jelas bahwa kekhawatiran itu pada dasarnya tidak berdasar karena NATO adalah aliansi defensif pada intinya. Ini bukan tentang membuat konsesi seperti yang dilakukan PM dan para pemimpin barat lainnya yang mengatakan semua negara demokrasi Eropa memiliki hak bergabung dengan NATO," papar juru bicara Johnson.

Baca juga: Israel Marah Rusia Terus Acak GPS Penerbangan Pesawat ke Tel Aviv

Pernyataan itu setelah berita bahwa Rusia dan Inggris sedang bekerja mengatur kunjungan Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss ke Moskow untuk membahas situasi di sekitar Ukraina dan cara-cara mengurangi ketegangan.

Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, kunjungan tersebut awalnya direncanakan pada 10 Februari, tetapi masih dalam proses.

Inggris, serta beberapa sekutu NATO-nya, telah menuduh selama berbulan-bulan bahwa Rusia mungkin merencanakan invasi ke Ukraina dengan mengutip data internal tentang penempatan kembali pasukan Rusia di perbatasan dengan negara tetangga itu.

Dalam eskalasi ketegangan terbaru, AS menuduh serangan itu mungkin dimulai dalam beberapa pekan atau bahkan beberapa hari lagi tanpa merinci informasi yang membuat Washington percaya akan hal itu.

Moskow telah berulang kali membantah semua tuduhan tentang rencana invasi. Rusia juga mengutuk komentar tentang gerakan pasukannya, yang merupakan hak kedaulatan negara itu, dan mengecam pengerahan pasukan NATO yang terus berlanjut, yang semakin mendekati perbatasan Rusia.

Pada Desember 2021, Kremlin mengajukan proposal untuk mengurangi ketegangan di wilayah tersebut.

Rusia menyebut non-inklusi Ukraina di NATO dan penarikan pasukan aliansi lebih jauh dari perbatasan Rusia sebagai dua prasyarat utama untuk stabilitas.

Negara-negara anggota NATO dengan keras menolak kedua proposal ini, tetapi bersikeras jalan keluar diplomatik dari situasi tersebut masih ada.

Mereka dilaporkan mengusulkan pembukaan dialog tentang pembatasan latihan perang di dekat perbatasan satu sama lain dan saling tidak menyebarkan persenjataan yang pada dasarnya dilarang di bawah Perjanjian INF AS-Rusia yang sekarang sudah tidak berlaku.

AS juga memberikan tanggapan tertulis terhadap proposal Rusia, dengan Moskow hanya mengungkapkan bahwa Washington mengabaikan dua syarat utama.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Jet Tempur F-16 AS Tembak...
Jet Tempur F-16 AS Tembak Benda Dikira UFO Pakai Rudal Rp9 Miliar, Ternyata Balon Pramuka
Rekomendasi
Gol Dramatis Amad Diallo...
Gol Dramatis Amad Diallo Antar Pantai Gading Tundukkan Ekuador
Barongsai PRJ 2026 Sedot...
Barongsai PRJ 2026 Sedot Perhatian Pengunjung, Anak-Anak Antusias Beri Angpao
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Berita Terkini
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved