Ukraina Serahkan 5.000 Senjata Nuklir 30 Tahun Lalu, Sekarang Menyesal

Senin, 07 Februari 2022 - 11:10 WIB
loading...
A A A
"Pencegah, akan memastikan bahwa Rusia, yang memiliki sejarah hubungan buruk dengan Ukraina, tidak bergerak untuk merebutnya kembali," katanya.

Di Kiev, pemerintah pada tahun 1993 melangkah lebih jauh dengan mempertimbangkan untuk mengambil kendali operasional misil nuklir dan pengebomnya. Tapi itu tidak pernah terjadi.

Sebaliknya, Ukraina menuntut jaminan keamanan yang ketat sebagai imbalan untuk perlucutan senjata nuklirnya. Itulah inti dari perjanjian yang ditandatangani di Moskow pada awal 1994 oleh Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat.

Pada akhir tahun 1994, janji itu terwujud. Kesepakatan itu, yang dikenal sebagai Memorandum Budapest, ditandatangani oleh Rusia, Ukraina, Inggris dan Amerika Serikat, berjanji bahwa tidak ada negara yang akan menggunakan kekuatan atau ancaman terhadap Ukraina dan semua akan menghormati kedaulatan dan perbatasan yang ada.

Perjanjian tersebut juga menyatakan jika agresi terjadi, para penandatangan akan meminta tindakan segera dari Dewan Keamanan PBB untuk membantu Ukraina.

Sementara Kiev gagal mendapatkan apa yang diinginkannya—jenis jaminan yang mengikat secara hukum yang akan datang dengan perjanjian formal yang diratifikasi oleh Senat AS—ia menerima jaminan bahwa Washington akan menganggap serius komitmen politiknya seperti kewajiban hukumnya. Demikian disampaikan Budjeryn, yang diekanl sebagai analis riset di proyek Managing the Atom di Harvard's Kennedy School.

Pada Mei 1996, Ukraina melihat senjata nuklir terakhirnya diangkut kembali ke Rusia. Pemulangan itu memakan waktu setengah dekade.

Konflik kerap terjadi. Antagonisme antara Ukraina dan Rusia telah membara sejak 2014, ketika militer Rusia menyeberang ke wilayah Ukraina, mencaplok Crimea dan mengobarkan pemberontakan di timur. Gencatan senjata yang lemah dicapai pada tahun 2015, tetapi perdamaian sulit dicapai.

Lonjakan permusuhan belum padam. Rusia baru-baru ini membangun pasukan di dekat perbatasannya dengan Ukraina, dan pesan Kremlin terhadap tetangganya telah mengeras.

Kekhawatiran tumbuh pada akhir Oktober, ketika Ukraina menggunakan drone bersenjata untuk menyerang howitzer yang dioperasikan oleh separatis yang didukung Rusia.

Rusia menyebut serangan itu sebagai tindakan destabilisasi yang melanggar perjanjian gencatan senjata, meningkatkan kekhawatiran akan intervensi baru di Ukraina yang dapat menarik Amerika Serikat dan Eropa ke fase baru konflik.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
Kasus DBD Anak Meningkat...
Kasus DBD Anak Meningkat saat El Nino, Ini Gejala yang Wajib Diwaspadai
Argentina vs Austria:...
Argentina vs Austria: Misi Messi Dekati Rekor
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Berita Terkini
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Infografis
Siapa Lebih Unggul Pakistan...
Siapa Lebih Unggul Pakistan atau India dalam Senjata Nuklir?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved