Ukraina Serahkan 5.000 Senjata Nuklir 30 Tahun Lalu, Sekarang Menyesal

Senin, 07 Februari 2022 - 11:10 WIB
loading...
A A A
Analis Barat mengatakan suasana Ukraina saat ini cenderung meromantisasi masa lalu senjata atom. "Intinya adalah, 'Kami memiliki senjata, menyerahkannya dan sekarang lihat apa yang terjadi'," kata Mariana Budjeryn, seorang spesialis Ukraina di Universitas Harvard.

“Pada tingkat kebijakan, saya melihat tidak ada pergerakan ke arah pertimbangan ulang apa pun. Tetapi pada tingkat yang populer, itulah narasinya.”

“Penyesalan adalah bagian darinya,” imbuh Dr Budjeryn, yang merupkan penduduk asli Ukraina, dalam sebuah wawancara. “Bagian lainnya adalah apa pun yang dirasakan seseorang sebagai akibat dari ketidakadilan.”

Pada awalnya, Ukraina bergegas untuk melepaskan senjata Soviet dari tanahnya. Bom, peluru artileri, ranjau darat, dan hulu ledak yang relatif kecil di atas rudal jarak pendek adalah yang paling mudah dipindahkan dan kemungkinan besar jatuh ke tangan yang tidak bersahabat.

Lebih sulit untuk dipindahkan adalah rudal jarak jauh, yang bisa berbobot 100 ton dan naik ke ketinggian hampir 90 kaki.

Pada Januari 1992, sebulan setelah Uni Soviet bubar, presiden dan menteri pertahanan Ukraina memerintahkan komandan militer dan orang-orangnya untuk berjanji setia kepada negara baru itu—sebuah langkah yang akan menggunakan kontrol administratif atas senjata yang tersisa.

Banyak yang menolak, dan tentara yang mengelola pasukan nuklir Ukraina jatuh ke dalam periode kebingungan yang menegangkan atas nasib gudang senjata dan status operasionalnya.

Volodymyr Tolubko, mantan komandan pangkalan nuklir yang telah terpilih menjadi anggota Parlemen Ukraina, berpendapat bahwa Kiev tidak boleh melepaskan keunggulan atomnya.

Pada April 1992, dia mengatakan kepada majelis parlemen bahwa "romantis dan prematur" bagi Ukraina untuk menyatakan dirinya sebagai negara non-nuklir. Ia harus mempertahankan setidaknya beberapa hulu ledak jarak jauhnya. Pasukan rudal sisa, katanya, akan cukup untuk mencegah agresor apa pun.

Meski pendiriannya tidak pernah mendapat dukungan luas, itu menambah ketegangan yang ada, menurut sejarah rinci perlucutan senjata nuklir Ukraina.

Pada musim panas 1993, John J. Mearsheimer, seorang ahli teori hubungan internasional terkemuka di Universitas Chicago yang tidak asing dengan kontroversi, memberikan suaranya untuk masalah retensi atom. Dia berargumen di Foreign Affairs bahwa persenjataan nuklir adalah penting bagi Ukraina jika untuk menjaga perdamaian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
AS Serang Iran, Ledakan...
AS Serang Iran, Ledakan Hebat Terdengar di Bandara Abbas hingga Pulau Qeshm
Tersingkir dari Piala...
Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Pemain Kolombia Dapat Ancaman Pembunuhan
Rekomendasi
MPLS 2026 Resmi Dimulai,...
MPLS 2026 Resmi Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan Larangan Perpeloncoan di Sekolah
Ruben Onsu Ungkap Kerinduan...
Ruben Onsu Ungkap Kerinduan pada Anak Jelang Sidang Hak Asuh Melawan Sarwendah
Kapolri dan Pejabat...
Kapolri dan Pejabat Utama Polri Sambangi Kejagung, Ada Apa?
Berita Terkini
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved