Ukraina: Merebut Kembali Krimea dengan Paksa itu Mustahil
Minggu, 06 Februari 2022 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Erdogan Positif Omicron, 2 Hari setelah Bertemu Presiden Ukraina
Dia menambahkan, “Apakah itu cara militer, apakah itu cara lain, itu tergantung pada banyak faktor. Mulai hari ini, saya dapat mengatakan bahwa itu tidak mungkin.”
“Apa yang akan terjadi besok atau setahun, kita lihat saja. Ini bukan masalah yang sederhana,” ungkap dia.
Krimea berada di bawah kendali Moskow pada 2014, ketika semenanjung itu dikuasai kembali Rusia, setelah referendum.
Pemungutan suara berlangsung sebulan setelah peristiwa Maidan, ketika protes jalanan yang penuh kekerasan menggulingkan pemerintah Kiev yang terpilih secara demokratis.
Ukraina, serta sebagian besar dunia, menganggap referendum itu tidak sah dan memandang Krimea sebagai diduduki secara ilegal oleh Moskow.
Pejabat keamanan nasional juga berbicara tentang wilayah negara yang saat ini berada di bawah kendali separatis di Ukraina timur.
Dia menambahkan, “Apakah itu cara militer, apakah itu cara lain, itu tergantung pada banyak faktor. Mulai hari ini, saya dapat mengatakan bahwa itu tidak mungkin.”
“Apa yang akan terjadi besok atau setahun, kita lihat saja. Ini bukan masalah yang sederhana,” ungkap dia.
Krimea berada di bawah kendali Moskow pada 2014, ketika semenanjung itu dikuasai kembali Rusia, setelah referendum.
Pemungutan suara berlangsung sebulan setelah peristiwa Maidan, ketika protes jalanan yang penuh kekerasan menggulingkan pemerintah Kiev yang terpilih secara demokratis.
Ukraina, serta sebagian besar dunia, menganggap referendum itu tidak sah dan memandang Krimea sebagai diduduki secara ilegal oleh Moskow.
Pejabat keamanan nasional juga berbicara tentang wilayah negara yang saat ini berada di bawah kendali separatis di Ukraina timur.
Lihat Juga :