Silsilah Raja Arab Saudi, dari yang Ditembak Mati hingga yang Hafal Alquran

Sabtu, 05 Februari 2022 - 15:43 WIB
loading...
A A A
Raja Faisal inilah yang tercatat sebagai raja pertama Saudi yang mengunjungi Indonesia tahun 1970. Saat itu, Indonesia masih dipimpin Presiden Soeharto.

6. Raja Abdullah (2005 – 2015)
Silsilah Raja Arab Saudi, dari yang Ditembak Mati hingga yang Hafal Alquran

Foto/Al Jazeera

Penjaga Dua Masjid Suci Raja Abdullah bin Abdulaziz naik takhta setelah kematian kakaknya, Raja Fahd, pada 1 Agustus 2005.

Raja Abdullah lahir di Riyadh pada tahun 1924, dan menerima pendidikan awal di istana kerajaan. Dipengaruhi oleh ayahnya, Raja Abdulaziz, dia mengembangkan rasa hormat yang mendalam terhadap agama, sejarah, dan warisan Arab.

Tahun-tahun yang dihabiskannya tinggal di padang pasir bersama suku Badui mengajarinya nilai-nilai kehormatan, kesederhanaan, kemurahan hati dan keberanian, dan menanamkan dalam dirinya keinginan untuk membantu pembangunan bangsanya.

Ketika menjadi Putra Mahkota, dia bepergian secara luas di kerajaan dan meresmikan sejumlah proyek di seluruh negeri.

Pada tahun 2005, dia memantau dengan cermat proses pemilihan dewan kotapraja negara tersebut.

Kunjungan resmi pertama Pangeran Abdullah ke Amerika Serikat adalah pada tahun 1976 ketika dia bertemu dengan Presiden Gerald Ford. Sejak itu, dia telah melakukan sejumlah kunjungan ke Amerika Serikat, termasuk yang terakhir pada tanggal 25 April 2005 ke peternakan Presiden George W. Bush di Crawford, Texas.

Diplomasi internasionalnya mencerminkan peran kepemimpinan Arab Saudi dalam membela isu-isu Arab dan Islam dan untuk pencapaian perdamaian, stabilitas dan keamanan dunia.

Perdamaian di Timur Tengah dan penderitaan rakyat Palestina menjadi perhatian khusus Raja Abdullah. Usulannya untuk perdamaian Arab-Israel yang komprehensif, yang dipresentasikan pada KTT Arab-Beirut pada tahun 2002, telah diadopsi oleh Liga Negara-negara Arab dan dikenal sebagai Inisiatif Perdamaian Arab.

Raja Abdullah dengan tegas mengutuk terorisme. Pada Konferensi Internasional Kontraterorisme di Riyadh pada bulan Februari 2005, dia menyerukan kerja sama internasional yang lebih besar untuk memerangi masalah global ini.

7. Raja Salman (2015-Sekarang)
Silsilah Raja Arab Saudi, dari yang Ditembak Mati hingga yang Hafal Alquran

Foto/REUTERS

Salman bin Abdulaziz al-Saud naik takhta pada 23 Januari 2015, menggantikan kakaknya; Raja Abdullah yang meninggal pada 2015.

Dia lahir di Riyadh pada 31 Desember 1935, dan mengenyam pendidikan di Sekolah Pangeran [Prince's School] di Riyadh.

Dia menjabat sebagai Wakil Gubernur Riyadh dari Maret 1954 hingga April 1955, dan Gubernur Riyadh dari April 1955 hingga Desember 1960 dan kembali menjabat dari Februari 1963 hingga 5 November 2011, sampai ketika dia diangkat menjadi Menteri Pertahanan.

Sejak 1956, Raja Salman telah memimpin berbagai komite kemanusiaan dan layanan yang memberikan bantuan dari bencana alam dan buatan manusia.

Atas jasa kemanusiaannya, dia telah dianugerahi banyak medali dan penghargaan, termasuk penghargaan dari Bahrain, Bosnia dan Herzegovina, Prancis, Maroko, Palestina, Filipina, Senegal, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Yaman, dan Medali Raja Abdulaziz–Kelas Satu.

Dia adalah penerima beberapa gelar kehormatan dan penghargaan akademik, termasuk gelar doktor kehormatan dari Universitas Islam Madinah, penghargaan akademik Pangeran Salman, dan Medali Kant oleh Akademi Ilmu Pengetahuan dan Humaniora Berlin-Brandenburg sebagai penghargaan atas kontribusinya pada bidang sains.

Selama kunjungan resmi ke Amerika Serikat pada April 2012, Raja Salman bertemu dengan Presiden Barack Obama dan sejumlah pejabat AS.

Raja Arab Saudi ini juga pernah berkunjung ke Indonesia pada Maret 2017 silam.

Kunjungannya saat itu menjadi pusat perhatian publik di negara ini karena fasilitas mewah yang menyertainya.

Mengutip laporan pers lokal yang dilansir CNN, Raja Salman menerima pendidikan awal di Prince's School dan merayakan selesainya menghafal seluruh Alquran pada hari Minggu, 12/8/1364 H. Dia hafal Alquran pada usia 12 tahun.

Penghafal Alquran dipandang dengan kehormatan dan penghargaan tertinggi dalam masyarakat Muslim.

Setelah menyelesaikan hafalan Alquran, Raja Salman belajar agama dan ilmu pengetahuan modern di lembaga yang sama yang didirikan oleh ayahnya; Raja Abdulaziz al-Saud, pada tahun 1356 untuk memberikan pendidikan bagi anak-anaknya.

Sebagai presiden "Prince Salman Prize for Memorizing Quran" untuk anak laki-laki dan perempuan di Arab Saudi, dia mendorong sesama warga untuk belajar dan menghafal Alquran.

Sebagai penganut setia ajaran Alquran, Raja Salman pernah mengatakan dalam salah satu pidatonya: "Alquran adalah salah satu karunia besar yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada umat Islam, dan ketika kita mematuhi ajaran Alquran kita akan tetap dihormati dan kuat, dan jika kita gagal melakukannya maka kita akan dipermalukan dan terpecah belah.”
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
Arab Saudi Ungkap 1,7...
Arab Saudi Ungkap 1,7 Juta Jemaah Laksanakan Ibadah Haji Tahun Ini
Sekutu Trump: Pangeran...
Sekutu Trump: Pangeran MBS Bisa Akui Israel Hari Ini, Masalahnya Ada di Raja Salman
5 Alasan Trump Ingin...
5 Alasan Trump Ingin Mewujudkan Tatanan Baru dengan Penerapan Perjanjian Abraham kepada Negara Muslim
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Megah di Panggung, Sepi...
Megah di Panggung, Sepi di Tribun: Potret Pembukaan Piala Dunia 2026 di Kanada
Berita Terkini
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved