Uni Eropa Siapkan Sanksi Kuat untuk Rusia Jika Nekat Invasi Ukraina
Jum'at, 04 Februari 2022 - 21:45 WIB
loading...
uni Eropa siapkan sanksi kuat untuk Rusia jika nekat invasi Ukraina. Foto/Ilustrasi
A
A
A
BERLIN - Uni Eropa (UE) telah menyiapkan paket sanksi yang kuat dan komprehensif untuk dijatuhkan kepada Rusia jika melanjutkan agresinya terhadap Ukraina . Hal itu diungkapkan Presiden Komisi UE Ursula von der Leyen kepada surat kabar Handeslblatt dan Les Echos.
Rusia, yang merebut Crimea dari Ukraina pada 2014 dan mendukung separatis di timur negara itu, telah mengumpulkan sekitar 100 ribu tentara di dekat perbatasan Ukraina dan menuntut jaminan keamanan termasuk janji NATO tidak akan pernah menerima keanggotaan Kiev.
"Kami telah menyiapkan paket sanksi keuangan dan ekonomi yang kuat dan komprehensif," kata von der Leyen kepada kedua surat kabar itu seperti dilansir dari Reuters, Jumat (4/2/2022).
Baca juga: Krisis Ukraina Kian Panas, Putin Pilih Terbang ke China untuk Pembukaan Olimpiade
Ia menambahkan bahwa ini termasuk pembatasan akses ke modal asing dan kontrol ekspor, terutama pada barang-barang teknis.
Pipa Nord Stream 2 Laut Baltik yang kontroversial juga merupakan bagian dari paket sanksi.
"Apakah pipa dapat beroperasi tergantung pada perilaku Rusia", kata von der Leyen.
Rusia, yang merebut Crimea dari Ukraina pada 2014 dan mendukung separatis di timur negara itu, telah mengumpulkan sekitar 100 ribu tentara di dekat perbatasan Ukraina dan menuntut jaminan keamanan termasuk janji NATO tidak akan pernah menerima keanggotaan Kiev.
"Kami telah menyiapkan paket sanksi keuangan dan ekonomi yang kuat dan komprehensif," kata von der Leyen kepada kedua surat kabar itu seperti dilansir dari Reuters, Jumat (4/2/2022).
Baca juga: Krisis Ukraina Kian Panas, Putin Pilih Terbang ke China untuk Pembukaan Olimpiade
Ia menambahkan bahwa ini termasuk pembatasan akses ke modal asing dan kontrol ekspor, terutama pada barang-barang teknis.
Pipa Nord Stream 2 Laut Baltik yang kontroversial juga merupakan bagian dari paket sanksi.
"Apakah pipa dapat beroperasi tergantung pada perilaku Rusia", kata von der Leyen.
Lihat Juga :