AS Sita Persenjataan Asal Iran Terkait Serangan ke Saudi
Jum'at, 12 Juni 2020 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
AS mendesak Dewan Keamanan memperpanjang embargo senjata pada Iran yang akan berakhir pada Oktober sesuai kesepakatan nuklir. Rusia dan China telah menunjukkan penolakan atas langkah AS tersebut.
Guterres melaporkan dua kali per tahun pada Dewan Keamanan untuk penerapan embargo senjata pada Iran dan pembatasan lain yang tetap berlaku setelah kesepakatan itu. (Baca Juga: Bocoran dari Saudi, Haji Bisa Dibatasi 20% Kuota Per Negara atau Batal)
Dia menyatakan PBB memeriksa serpihan senjata yang digunakan dalam serangan di fasilitas minyak Afif, Saudi, pada Mei, di bandara internasional Abha pada Juni dan Agustus, serta di fasilitas minyak Saudi Aramco di Khurais dan Abqaiq pada September.
“Sekretariat menilai rudal jelajah dan bagian yang digunakan dalam empat serangan itu berasal dari Iran,” tulis Guterres yang menjelaskan drone yang digunakan pada serangan Mei dan September juga berasal dari Iran. (Baca Juga: Berpikir dalam Kotak Kardus? Cara Baru Bekerja Setelah Lockdown)
Guterres melaporkan dua kali per tahun pada Dewan Keamanan untuk penerapan embargo senjata pada Iran dan pembatasan lain yang tetap berlaku setelah kesepakatan itu. (Baca Juga: Bocoran dari Saudi, Haji Bisa Dibatasi 20% Kuota Per Negara atau Batal)
Dia menyatakan PBB memeriksa serpihan senjata yang digunakan dalam serangan di fasilitas minyak Afif, Saudi, pada Mei, di bandara internasional Abha pada Juni dan Agustus, serta di fasilitas minyak Saudi Aramco di Khurais dan Abqaiq pada September.
“Sekretariat menilai rudal jelajah dan bagian yang digunakan dalam empat serangan itu berasal dari Iran,” tulis Guterres yang menjelaskan drone yang digunakan pada serangan Mei dan September juga berasal dari Iran. (Baca Juga: Berpikir dalam Kotak Kardus? Cara Baru Bekerja Setelah Lockdown)
(sya)
Lihat Juga :