Rudal-rudal Houthi Hujani UEA, AS Kirim Kapal Perang dan Jet Tempur

Rabu, 02 Februari 2022 - 18:03 WIB
loading...
Rudal-rudal Houthi Hujani...
Kapal perusak berpeluru kendali AS, USS Cole, dikirim ke UEA setelah serangkaian serangan rudal Houthi. Foto/USNI
A A A
ABU DHABI - Amerika Serikat (AS) akan mengerahkan kapal perusak peluru kendali dan jet tempur canggih untuk membantu pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) setelah serangkain serangan rudal oleh kelompok pemberontak Yaman, Houthi . Begitu bunyi sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kedutaan AS di UEA.

"Pengerahan itu, untuk membantu UEA melawan ancaman saat ini, mengikuti panggilan telepon antara Menteri Pertahanan Lloyd Austin dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al-Nahyan," kata kedutaan AS seperti dilansir dari France24, Rabu (2/2/2022).

UEA, bagian dari koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi pemberontak Houthi Yaman yang didukung Iran, mengalami serangan rudal ketiganya dalam beberapa minggu berturut-turut pada hari Senin lalu.

Menurut pernyataan itu kapal perusak berpeluru kendali USS Cole akan bermitra dengan Angkatan Laut UEA dan melakukan kunjungan pelabuhan di Abu Dhabi, sementara AS juga akan mengerahkan pesawat tempur generasi kelima.

"Tindakan lain termasuk terus memberikan intelijen peringatan dini," tambah pernyataan itu.

Baca juga: UEA Cegat Rudal Houthi dan Hancurkan Situs Peluncuran Misil di Yaman

Menurut pernyataan itu, maksud dari pengerahan itu menjadi sinyal yang jelas bahwa Amerika Serikat mendukung UEA sebagai mitra strategis lama. AS sendiri adalah pendukung koalisi yang dipimpin Arab Saudi.

Serangan pemberontak Houthi telah membuka front baru dalam perang tujuh tahun di Yaman. Perang telah menewaskan ratusan ribu orang secara langsung atau tidak langsung serta membuat jutaan orang mengungsi.

Tiga pekerja asing tewas dalam serangan drone dan rudal yang menargetkan fasilitas minyak serta bandara Abu Dhabi pada 17 Januari, memicu serangan udara mematikan sebagai pembalasan.

Pada 24 Januari, pasukan AS yang ditempatkan di pangkalan udara al Dhafra Abu Dhabi menembakkan rudal pencegat Patriot dan bergegas ke bunker ketika dua rudal balistik yang ditembakan Houthi jatuh di atas kota.

Pada hari Senin, serangan rudal ketiga digagalkan selama kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke UEA.

Baca juga: UEA Hadang Serangan Rudal Houthi saat Kunjungan Presiden Israel

Serangan pemberontak Yaman telah meningkatkan ketegangan Teluk lebih lanjut pada saat pembicaraan internasional mengenai program nuklir Iran tersendat, dan telah membantu mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Houthi mulai menyerang kepentingan UEA setelah serangkaian kekalahan di Yaman, yang ditimbulkan oleh milisi Brigade Raksasa yang dilatih UEA.

Pada awal Januari, Houthi menyita sebuah kapal berbendera UEA di Laut Merah, dengan mengatakan kapal itu membawa senjata klaim yang dibantah oleh UEA.

Perang saudara Yaman dimulai pada tahun 2014 ketika Houthi merebut Ibu Kota Sanaa, mendorong pasukan pimpinan Arab Saudi untuk campur tangan guna menopang pemerintah yang sah pada tahun berikutnya.

UEA, salah satu pembeli senjata terbesar di dunia, mengumumkan pemindahan pasukan dari Yaman pada 2019 tetapi tetap menjadi pemain yang berpengaruh.

Baca juga: Sistem Patriot AS, Rahasia UEA Rontokkan Rudal Houthi di Langit Abu Dhabi

Konflik yang parah telah menyebabkan jutaan orang di ambang kelaparan, menurut PBB, yang menyebutnya sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Didier Deschamps Absen...
Didier Deschamps Absen Dampingi Prancis di Piala Dunia 2026 usai Ibunda Meninggal Dunia
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Babak Pertama: Arab...
Babak Pertama: Arab Saudi vs Cape Verde Imbang Tanpa Gol, Blue Sharks Sementara di Jalur Lolos
Berita Terkini
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved