Rusia Ingin Punya Hubungan Saling Menghormati dengan AS
Minggu, 30 Januari 2022 - 22:29 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah meminta Barat untuk menghindari "kepanikan" dalam menghadapi penambahan pasukan Rusia. Sedangkan Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba mengatakan, penting untuk tetap "tegas" dalam pembicaraan dengan Moskow.
Sekutu dekat AS, Inggris mengatakan sedang bersiap untuk mengungkap sanksi terhadap Moskow yang akan menargetkan perusahaan yang dekat dengan Kremlin. "Tidak akan ada tempat untuk bersembunyi bagi oligarki Putin," kata Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss.
Putin pada hari Jumat mengadakan panggilan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Boris Johnson dari Inggris diperkirakan akan berbicara dengan pemimpin Rusia minggu depan. Rusia telah berulang kali membantah merencanakan serangan dan mengatakan tidak ingin memulai perang.
“Kami tidak menginginkan perang. Kami tidak membutuhkannya sama sekali,” Nikolai Patrushev, kepala Dewan Keamanan Rusia, mengatakan kepada wartawan pada hari Minggu. Dia juga menambahkan bahwa Rusia tidak menimbulkan ancaman bagi Ukraina. "Bahkan orang Ukraina, termasuk pejabat mengatakan tidak ada ancaman," kata Patrushev.
Sekutu dekat AS, Inggris mengatakan sedang bersiap untuk mengungkap sanksi terhadap Moskow yang akan menargetkan perusahaan yang dekat dengan Kremlin. "Tidak akan ada tempat untuk bersembunyi bagi oligarki Putin," kata Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss.
Putin pada hari Jumat mengadakan panggilan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Boris Johnson dari Inggris diperkirakan akan berbicara dengan pemimpin Rusia minggu depan. Rusia telah berulang kali membantah merencanakan serangan dan mengatakan tidak ingin memulai perang.
“Kami tidak menginginkan perang. Kami tidak membutuhkannya sama sekali,” Nikolai Patrushev, kepala Dewan Keamanan Rusia, mengatakan kepada wartawan pada hari Minggu. Dia juga menambahkan bahwa Rusia tidak menimbulkan ancaman bagi Ukraina. "Bahkan orang Ukraina, termasuk pejabat mengatakan tidak ada ancaman," kata Patrushev.
(esn)
Lihat Juga :