Reformasi Undang-Undang, Amerika Serikat Menuju Era Baru
Jum'at, 12 Juni 2020 - 10:09 WIB
loading...
A
A
A
Philonise Floyd pun mendesak Kongres AS untuk menyetujui reformasi kepolisian dan "mengakhiri penderitaan". Philonise mengatakan, dalam sidang dengar pendapat dengan Kongres AS bahwa jangan sampai kakaknya menjadi "nama lain dalam daftar". "Jadilah pemimpin yang dibutuhkan negara ini, dunia ini," pinta Floyd.
George Floyd meninggal di Minneapolis pada Mei lalu ketika seorang polisi kulit putih berlutut di lehernya selama hampir sembilan menit. Saat-saat terakhirnya direkam dengan telepon genggam. Empat petugas polisi yang terlibat telah dipecat dan didakwa atas kematiannya. George Floyd, yang kematiannya memicu aksi antirasisme di seluruh dunia, telah dimakamkan di samping pusara ibunya.
Secara terpisah, Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa rencana pemerintahannya untuk menangani masalah unjuk rasa dan kebrutalan polisi telah mencapai "pendekatan akhir" dan rencana itu bisa diumumkan pada "hari-hari mendatang". (Baca juga: Kabar Gembira, Seluruh Pasien Covid-19 di Muratara Sembuh)
Mengisyaratkan bahwa rencana pemerintah Trump mengenai masalah ini akan segera diumumkan, sekretaris pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany, menegaskan rencana itu tidak akan meliputi pengurangan kekebalan bagi petugas polisi. Dia mengatakan, perhatian Trump ialah bahwa petugas polisi tidak boleh dicela.
Saat sidang DPR berlangsung, kepala kepolisian di Minneapolis, Medaria Arradondo, mengatakan bahwa lembaganya "sangat" bisa direformasi dan berjanji tidak akan membiarkan kematian George Floyd menjadi sia-sia. Medaria Arradondo mengatakan, salah satu langkah reformasi yang bisa dilakukan ialah menerapkan sistem peringatan dini baru untuk mengidentifikasi perilaku petugas polisi. (Andika H Mustaqim)
George Floyd meninggal di Minneapolis pada Mei lalu ketika seorang polisi kulit putih berlutut di lehernya selama hampir sembilan menit. Saat-saat terakhirnya direkam dengan telepon genggam. Empat petugas polisi yang terlibat telah dipecat dan didakwa atas kematiannya. George Floyd, yang kematiannya memicu aksi antirasisme di seluruh dunia, telah dimakamkan di samping pusara ibunya.
Secara terpisah, Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa rencana pemerintahannya untuk menangani masalah unjuk rasa dan kebrutalan polisi telah mencapai "pendekatan akhir" dan rencana itu bisa diumumkan pada "hari-hari mendatang". (Baca juga: Kabar Gembira, Seluruh Pasien Covid-19 di Muratara Sembuh)
Mengisyaratkan bahwa rencana pemerintah Trump mengenai masalah ini akan segera diumumkan, sekretaris pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany, menegaskan rencana itu tidak akan meliputi pengurangan kekebalan bagi petugas polisi. Dia mengatakan, perhatian Trump ialah bahwa petugas polisi tidak boleh dicela.
Saat sidang DPR berlangsung, kepala kepolisian di Minneapolis, Medaria Arradondo, mengatakan bahwa lembaganya "sangat" bisa direformasi dan berjanji tidak akan membiarkan kematian George Floyd menjadi sia-sia. Medaria Arradondo mengatakan, salah satu langkah reformasi yang bisa dilakukan ialah menerapkan sistem peringatan dini baru untuk mengidentifikasi perilaku petugas polisi. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :