Paus Francis: Sebarkan Hoaks Tentang COVID-19 Pelanggaran HAM
Minggu, 30 Januari 2022 - 10:29 WIB
loading...
Paus Franciskus mengatakan menyebarkan berita palsu dan disinformasi tentang COVID-19 dan vaksin, termasuk oleh media Katolik, adalah pelanggaran hak asasi manusia. Foto/Al Arabiya
A
A
A
VATICAN CITY - Paus Fransiskus mengatakan bahwa menyebarkan berita palsu dan disinformasi tentang COVID-19 dan vaksin, termasuk oleh media Katolik, adalah pelanggaran hak asasi manusia (HAM) .
Ini adalah kedua kalinya dalam waktu kurang dari sebulan, paus berusia 85 tahun itu berbicara tentang masalah yang sama. Tiga minggu lalu, dia mengutuk misinformasi ideologis yang tidak berdasar tentang vaksin, mendukung kampanye imunisasi nasional dan menyebut perawatan kesehatan sebagai kewajiban moral.
Paus Francis membuat komentarnya dalam pidatonya kepada anggota catholicfactchecking.com, sebuah konsorsium media Katolik yang mengatakan tujuannya adalah untuk mengklarifikasi berita palsu dan informasi yang menyesatkan tentang vaksin COVID-19 pada Jumat lalu.
“Diberi informasi yang benar, dibantu untuk memahami situasi berdasarkan data ilmiah dan bukan berita palsu, adalah hak asasi manusia,” kata paus kepada kelompok itu.
Baca juga: Lakukan Kunjungan Kejutan ke Toko Kaset, Paus Francis Dapat Hadiah CD Klasik
“Informasi yang benar harus dipastikan terutama bagi mereka yang kurang memiliki perlengkapan, bagi yang paling lemah dan bagi mereka yang paling rentan,” imbuhnya seperti dilansir dari Al Arabiya, Minggu (30/1/2022).
Ini adalah kedua kalinya dalam waktu kurang dari sebulan, paus berusia 85 tahun itu berbicara tentang masalah yang sama. Tiga minggu lalu, dia mengutuk misinformasi ideologis yang tidak berdasar tentang vaksin, mendukung kampanye imunisasi nasional dan menyebut perawatan kesehatan sebagai kewajiban moral.
Paus Francis membuat komentarnya dalam pidatonya kepada anggota catholicfactchecking.com, sebuah konsorsium media Katolik yang mengatakan tujuannya adalah untuk mengklarifikasi berita palsu dan informasi yang menyesatkan tentang vaksin COVID-19 pada Jumat lalu.
“Diberi informasi yang benar, dibantu untuk memahami situasi berdasarkan data ilmiah dan bukan berita palsu, adalah hak asasi manusia,” kata paus kepada kelompok itu.
Baca juga: Lakukan Kunjungan Kejutan ke Toko Kaset, Paus Francis Dapat Hadiah CD Klasik
“Informasi yang benar harus dipastikan terutama bagi mereka yang kurang memiliki perlengkapan, bagi yang paling lemah dan bagi mereka yang paling rentan,” imbuhnya seperti dilansir dari Al Arabiya, Minggu (30/1/2022).
Lihat Juga :