Terungkap, Israel Pernah Coba Bunuh Soleimani pada 2018
Sabtu, 29 Januari 2022 - 22:46 WIB
loading...
A
A
A
Eisenkot juga mengungkapkan dalam wawancaranya, bahwa militer Israel tidak diberitahu tentang niat AS untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran.
"Hanya Yossi Cohen, Ron Dermer dan Benjamin Netanyahu yang menangani masalah meninggalkan kesepakatan nuklir ini. Tidak ada yang berbicara dengan badan keamanan," aku Eisenkot.
Baca juga: Iran Sanksi 52 Orang AS atas Pembunuhan Soleimani, Ini Reaksi Amerika
Mantan pejabat militer Israel itu mengatakan bahwa dia terkejut ketika pengumuman itu dibuat, dan banyak dari rencananya yang gagal karenanya.
"Kemudian, di tengah-tengah itu semua, keluar dari kesepakatan. Dan kita kaget dengan keluarnya itu. Ini hal yang tidak kita persiapkan," katanya.
Eisenkot menggambarkan keputusan AS untuk menarik diri dari perjanjian nuklir Iran sebagai "kesalahan strategis" sembari menambahkan meskipun kesepakatan itu bukan solusi yang sempurna, itu berhasil memperlambat kemajuan nuklir Iran.
"Iran terkejut selama beberapa bulan, mereka tidak mulai memperkaya uranium dalam enam bulan pertama, hanya setelah saya tidak lagi menjadi kepala staf, pada 2019. Mereka memiliki legitimasi atas pelanggaran karena penarikan AS," katanya.
"Hanya Yossi Cohen, Ron Dermer dan Benjamin Netanyahu yang menangani masalah meninggalkan kesepakatan nuklir ini. Tidak ada yang berbicara dengan badan keamanan," aku Eisenkot.
Baca juga: Iran Sanksi 52 Orang AS atas Pembunuhan Soleimani, Ini Reaksi Amerika
Mantan pejabat militer Israel itu mengatakan bahwa dia terkejut ketika pengumuman itu dibuat, dan banyak dari rencananya yang gagal karenanya.
"Kemudian, di tengah-tengah itu semua, keluar dari kesepakatan. Dan kita kaget dengan keluarnya itu. Ini hal yang tidak kita persiapkan," katanya.
Eisenkot menggambarkan keputusan AS untuk menarik diri dari perjanjian nuklir Iran sebagai "kesalahan strategis" sembari menambahkan meskipun kesepakatan itu bukan solusi yang sempurna, itu berhasil memperlambat kemajuan nuklir Iran.
"Iran terkejut selama beberapa bulan, mereka tidak mulai memperkaya uranium dalam enam bulan pertama, hanya setelah saya tidak lagi menjadi kepala staf, pada 2019. Mereka memiliki legitimasi atas pelanggaran karena penarikan AS," katanya.
Lihat Juga :