Senjata Rusia Ini Momok bagi Situs Berharga Ukraina Bila Perang Pecah
Selasa, 25 Januari 2022 - 08:38 WIB
loading...
A
A
A
Semakin berbeda cara Rusia membombardir Ukraina, semakin memperumit upaya pertahanan udara Kiev.
Pertahanan udara berbasis darat Kiev secara teori bisa menembak jatuh rudal jelajah. Tetapi karena kekurangan peralatan terbaru yang, katakanlah, yang dimiliki Amerika, mereka hampir tidak memiliki peluang untuk mencegat misil hipersonik Kinzhal yang sangat cepat.
Yang pertama dari misil Kinzhal sepanjang 24 kaki, seberat satu ton diuji coba pada tahun 2017. Presiden Vladimir Putin secara resmi mengungkapkan rudal itu beberapa bulan kemudian pada Maret 2018.
Angkatan udara Rusia mulai memodifikasi pesawat tempur MiG-31 setidaknya dalam beberapa bulan, yang mampu membawa rudal besar dengan hulu ledak seribu pon.
Salah satu resimen yang dilengkapi senjata semacam itu adalah Distrik Militer Selatan, yang wilayahnya meliputi Laut Hitam dan sekitar Ukraina.
Resimen lainnya berada di Distrik Militer Utara. Selama empat tahun, Angkatan Udara menguji misil Kinzhal dalam kondisi cuaca Arktik yang brutal—dan memperluas jaringan lapangan udara Arktik untuk menangani MiG-31 bermesin ganda, yang membutuhkan landasan pacu hingga 4.000 kaki untuk lepas landas.
Setelah pengalihan singkat ke Suriah musim panas lalu, di mana MiG-31 mungkin telah menembakkan misil Kinzhal ke pasukan pemberontak, pengujian di Arktik berakhir bulan ini.
Pertahanan udara berbasis darat Kiev secara teori bisa menembak jatuh rudal jelajah. Tetapi karena kekurangan peralatan terbaru yang, katakanlah, yang dimiliki Amerika, mereka hampir tidak memiliki peluang untuk mencegat misil hipersonik Kinzhal yang sangat cepat.
Yang pertama dari misil Kinzhal sepanjang 24 kaki, seberat satu ton diuji coba pada tahun 2017. Presiden Vladimir Putin secara resmi mengungkapkan rudal itu beberapa bulan kemudian pada Maret 2018.
Angkatan udara Rusia mulai memodifikasi pesawat tempur MiG-31 setidaknya dalam beberapa bulan, yang mampu membawa rudal besar dengan hulu ledak seribu pon.
Salah satu resimen yang dilengkapi senjata semacam itu adalah Distrik Militer Selatan, yang wilayahnya meliputi Laut Hitam dan sekitar Ukraina.
Resimen lainnya berada di Distrik Militer Utara. Selama empat tahun, Angkatan Udara menguji misil Kinzhal dalam kondisi cuaca Arktik yang brutal—dan memperluas jaringan lapangan udara Arktik untuk menangani MiG-31 bermesin ganda, yang membutuhkan landasan pacu hingga 4.000 kaki untuk lepas landas.
Setelah pengalihan singkat ke Suriah musim panas lalu, di mana MiG-31 mungkin telah menembakkan misil Kinzhal ke pasukan pemberontak, pengujian di Arktik berakhir bulan ini.
Lihat Juga :