Inggris Rayakan Kerja Sama dengan Indonesia pada Hari Pendidikan Internasional
Senin, 24 Januari 2022 - 18:39 WIB
loading...
A
A
A
Pendidikan adalah kunci untuk pembangunan berkelanjutan, meningkatkan peluang kita untuk masa depan global yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan damai.
Indonesia menggunakan Kepresidenan G20 untuk memajukan agenda ini, yang bertujuan memastikan “Pendidikan Berkualitas Universal” sekarang dan saat kita pulih dari pandemi COVID-19.
Dengan mengusung tema '"Recover, Reimagine, Rebuild Stronger"' Indonesia telah menetapkan bagaimana teknologi digital, kemitraan internasional dan masa depan pekerjaan adalah isu-isu penting.
Salah satu contoh bagaimana hal ini terlihat dalam praktiknya adalah kemitraan Indonesia dengan Inggris, yang semakin dalam, bahkan selama pandemi. Pertukaran pelajar terus berlanjut, sementara hubungan universitas ke universitas terus berkembang.
Pertukaran pelajar yang kuat terus berlanjut selama pandemi. “Kampus Merdeka” menyoroti ada 180 siswa Indonesia yang melakukan perjalanan ke Inggris pada tahun 2021 untuk belajar berbagai program studi di 10 universitas Inggris di bawah program beasiswa Mobilitas Mahasiswa Internasional Indonesia (IISMA), menjadikan Inggris sebagai tujuan paling populer.
Sekitar 70 Chevening Scholars dari Indonesia menerima beasiswa penuh untuk belajar Magister (S2) di Inggris setiap tahunnya, menjadikan Indonesia penerima beasiswa Chevening terbesar ketiga secara global.
Secara keseluruhan, sekitar 3500 pelajar Indonesia belajar di Inggris setiap tahun. Karena diagnosis, pengobatan, dan vaksinasi COVID-19 gratis untuk semua orang di Inggris, dan tingkat vaksinasinya tinggi: sehingga Inggris tetap menjadi tujuan studi yang sangat menarik.
Inggris sering dianggap sebagai negara adidaya pendidikan: saat ini Inggris memiliki 18 dari 100 Universitas terbaik di dunia menurut QS, dan 4 diantaranya masuk ke dalam 10 besar dunia.
Namun, manfaat paling potensial bagi Indonesia adalah meningkatnya jumlah kemitraan antara universitas-universitas di Indonesia dan Inggris. Ini berarti siswa Indonesia dapat memperoleh manfaat dari keahlian pendidikan Inggris, reputasi global untuk keunggulan, dan pandangan yang lebih internasional, dengan tetap berada di Indonesia.
Sejumlah universitas di Indonesia telah menjalin kemitraan “Trans-National Education” (TNE) dengan universitas-universitas di Inggris untuk memberikan kesempatan bagi siswa Indonesia mendapatkan gelar bersama atau gelar ganda.
Beberapa contohnya, Universitas BINUS dan Northumbria University telah menjalin kerjasama dalam program studi Desain Grafis, Media Baru dan Mode. Institut Teknologi Bandung (ITB) telah bekerja sama dengan Universitas Glasgow untuk menciptakan program MBA yang kuat.
Banyak siswa Indonesia yang telah merasakan manfaat dari pendidikan berkualitas tinggi yang ditawarkan program-program ini, terutama dalam meningkatkan kemampuan analisis siswa.
Indonesia menggunakan Kepresidenan G20 untuk memajukan agenda ini, yang bertujuan memastikan “Pendidikan Berkualitas Universal” sekarang dan saat kita pulih dari pandemi COVID-19.
Dengan mengusung tema '"Recover, Reimagine, Rebuild Stronger"' Indonesia telah menetapkan bagaimana teknologi digital, kemitraan internasional dan masa depan pekerjaan adalah isu-isu penting.
Salah satu contoh bagaimana hal ini terlihat dalam praktiknya adalah kemitraan Indonesia dengan Inggris, yang semakin dalam, bahkan selama pandemi. Pertukaran pelajar terus berlanjut, sementara hubungan universitas ke universitas terus berkembang.
Pertukaran pelajar yang kuat terus berlanjut selama pandemi. “Kampus Merdeka” menyoroti ada 180 siswa Indonesia yang melakukan perjalanan ke Inggris pada tahun 2021 untuk belajar berbagai program studi di 10 universitas Inggris di bawah program beasiswa Mobilitas Mahasiswa Internasional Indonesia (IISMA), menjadikan Inggris sebagai tujuan paling populer.
Sekitar 70 Chevening Scholars dari Indonesia menerima beasiswa penuh untuk belajar Magister (S2) di Inggris setiap tahunnya, menjadikan Indonesia penerima beasiswa Chevening terbesar ketiga secara global.
Secara keseluruhan, sekitar 3500 pelajar Indonesia belajar di Inggris setiap tahun. Karena diagnosis, pengobatan, dan vaksinasi COVID-19 gratis untuk semua orang di Inggris, dan tingkat vaksinasinya tinggi: sehingga Inggris tetap menjadi tujuan studi yang sangat menarik.
Inggris sering dianggap sebagai negara adidaya pendidikan: saat ini Inggris memiliki 18 dari 100 Universitas terbaik di dunia menurut QS, dan 4 diantaranya masuk ke dalam 10 besar dunia.
Namun, manfaat paling potensial bagi Indonesia adalah meningkatnya jumlah kemitraan antara universitas-universitas di Indonesia dan Inggris. Ini berarti siswa Indonesia dapat memperoleh manfaat dari keahlian pendidikan Inggris, reputasi global untuk keunggulan, dan pandangan yang lebih internasional, dengan tetap berada di Indonesia.
Sejumlah universitas di Indonesia telah menjalin kemitraan “Trans-National Education” (TNE) dengan universitas-universitas di Inggris untuk memberikan kesempatan bagi siswa Indonesia mendapatkan gelar bersama atau gelar ganda.
Beberapa contohnya, Universitas BINUS dan Northumbria University telah menjalin kerjasama dalam program studi Desain Grafis, Media Baru dan Mode. Institut Teknologi Bandung (ITB) telah bekerja sama dengan Universitas Glasgow untuk menciptakan program MBA yang kuat.
Banyak siswa Indonesia yang telah merasakan manfaat dari pendidikan berkualitas tinggi yang ditawarkan program-program ini, terutama dalam meningkatkan kemampuan analisis siswa.
Lihat Juga :