Bye-bye Masker, Inggris Cabut Pembatasan COVID-19
Kamis, 20 Januari 2022 - 01:02 WIB
loading...
A
A
A
Di saat yang sama, kewajiban menggunakan masker di ruang kelas juga akan dihapus dan mulai minggu depan menggunakan masker di mana pun di Inggris tidak akan diwajibkan secara hukum.
"Kami akan mempercayai penilaian rakyat Inggris dan tidak lagi mengkriminalisasi siapa pun yang memilih untuk tidak memakainya," kata Johnson seperti dilansir dari AP, Kamis (20/1/2022).
Inggris memberlakukan pembatasan pada bulan Desember lalu untuk memperlambat penyebaran cepat varian Omicron dan mengulur waktu bagi penduduk untuk mendapatkan suntikan vaksin booster.
Baca juga: Cegah Penyebaran COVID-19, 2.000 Ekor Hamster Bakal Dimusnahkan
Johnson mengatakan bahwa lebih dari 90% dari mereka yang berusia di atas 60 tahun di Inggris sekarang telah mendapatkan vaksin booster. Angka resmi menunjukkan bahwa infeksi COVID-19 telah turun di sebagian besar Inggris untuk pertama kalinya sejak awal Desember, dengan 94.432 kasus positif baru tercatat pada hari Selasa.
Persyaratan bagi mereka yang terinfeksi untuk mengasingkan diri selama lima hari penuh tetap ada, tetapi Johnson mengatakan tindakan itu juga akan berakhir dalam beberapa minggu mendatang.
"Kami akan mempercayai penilaian rakyat Inggris dan tidak lagi mengkriminalisasi siapa pun yang memilih untuk tidak memakainya," kata Johnson seperti dilansir dari AP, Kamis (20/1/2022).
Inggris memberlakukan pembatasan pada bulan Desember lalu untuk memperlambat penyebaran cepat varian Omicron dan mengulur waktu bagi penduduk untuk mendapatkan suntikan vaksin booster.
Baca juga: Cegah Penyebaran COVID-19, 2.000 Ekor Hamster Bakal Dimusnahkan
Johnson mengatakan bahwa lebih dari 90% dari mereka yang berusia di atas 60 tahun di Inggris sekarang telah mendapatkan vaksin booster. Angka resmi menunjukkan bahwa infeksi COVID-19 telah turun di sebagian besar Inggris untuk pertama kalinya sejak awal Desember, dengan 94.432 kasus positif baru tercatat pada hari Selasa.
Persyaratan bagi mereka yang terinfeksi untuk mengasingkan diri selama lima hari penuh tetap ada, tetapi Johnson mengatakan tindakan itu juga akan berakhir dalam beberapa minggu mendatang.
Lihat Juga :