PM Pakistan Terima Kasih ke Putin karena Menentang Penghinaan Nabi Muhammad

Rabu, 19 Januari 2022 - 04:31 WIB
loading...
PM Pakistan Terima Kasih...
Presiden Rusia Vladimir Putin menentang penghinaan terhadap Nabi Muhammad berdalih kebebasan berekspresi. Foto/REUTERS
A A A
ISLAMABAD - Perdana Menteri (PM) Imran Khan berterima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin karena menentang penghinaan terhadap Nabi Muhammad yangberdalih kebebasan berekspresi. Ucapan itu disampaikan langsung melalui kontak telepon.

Menurut kantor PM Pakistan, kontak telepon kedua pemimpin itu berlangsung hari Senin.

Baca juga: Putin: Menghina Nabi Muhammad Bukan Kebebasan Berekspresi

Bulan lalu, Putin saat berbicara dalam konferensi pers tahunan di Moskow mengatakan bahwa menghina Nabi Muhammad tidak bisa dianggap sebagai ekspresi kebebasan artistik tetapi merupakan pelanggaran kebebasan beragama.

Presiden Rusia juga mengkritik publikasi sketsa penistaan Nabi di majalah Prancis; Charlie Hebdo.

“Apakah penghinaan terhadap Nabi Muhammad? Apakah ini kebebasan [artistik] kreatif? Saya pikir tidak," kata Putin saat itu.

"Ini adalah pelanggaran kebebasan beragama dan pelanggaran perasaan suci orang-orang yang memeluk Islam, dan ini menghidupkan manifestasi lain yang lebih akut dan ekstremis,” katanya lagi.

Tindakan seperti itu, menurut Putin, menimbulkan pembalasan dari kelompok ekstremis.

Menurut Putin, apa yang disebut sebagai "kebebasan artistik" semacam itu memiliki batasnya dan tidak boleh melanggar kebebasan orang lain.

Setelah percakapannya dengan Putin, PM Khan dalam sebuah tweet mengatakan bahwa dia berbicara dengan Putin. "Terutama untuk mengungkapkan penghargaan saya atas pernyataannya yang tegas bahwa kebebasan berbicara tidak bisa menjadi alasan untuk melecehkan Nabi Suci kita (SAW)," tulis Khan.

Kedua pemimpin juga membahas cara untuk memajukan perdagangan dan kerja sama lain yang saling menguntungkan antara kedua negara. “Kami saling mengundang untuk mengunjungi negara kami,” lanjut Khan seperti dikutip Gulf News, Selasa (18/1/2022).

Kemudian, Kantor Perdana Menteri (PMO) juga merilis pernyataan yang mengatakan bahwa PM Imran menghargai pernyataan Putin.

Menurut kantor tersebut, Khan menyatakan bahwa dia telah secara teratur menarik perhatian dunia, khususnya Barat, terhadap kebangkitan mengerikan dalam Islamofobia dan kebencian terkait dalam pidatonya di Majelis Umum PBB.

"Perdana menteri menggarisbawahi bahwa hubungan bilateral Pakistan dengan Rusia berada pada lintasan yang meningkat dengan fokus yang meningkat pada perdagangan, hubungan ekonomi dan kerja sama energi. Dia menegaskan kembali tekad pemerintah untuk realisasi awal Proyek Pipa Gas Aliran Pakistan,” imbuh pernyataan kantor tersebut.

Kedua pemimpin turut membahas situasi di Afghanistan dan sepakat untuk meningkatkan kerja sama bilateral di berbagai bidang seperti peningkatan pertukaran tingkat tinggi, dan tetap berhubungan erat mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Afghanistan.

“Perdana menteri menggarisbawahi bahwa Afghanistan yang damai dan stabil sangat penting bagi stabilitas regional. Afghanistan menghadapi tantangan kemanusiaan dan ekonomi yang mengerikan, dan dukungan masyarakat internasional kepada rakyat Afghanistan pada saat kritis ini tetap sangat penting,” paparnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan...
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan Tekan Penerimaan Negara
DEPO Tebar Dividen Rp10,2...
DEPO Tebar Dividen Rp10,2 Miliar, Fokus Perluas Ekspansi Bisnis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
PM Bangladesh Sheikh...
PM Bangladesh Sheikh Hasina Kabur ke India Usai Mengundurkan Diri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved