Pelaku Pembunuhan Massal Norwegia Bakal Ajukan Pembebasan Bersyarat

Selasa, 18 Januari 2022 - 17:57 WIB
loading...
Pelaku Pembunuhan Massal...
Pelaku pembunuhan massal terburuk dalam sejarah Norwegia modern, Anders Behring Breivik, siap mencoba mengajukan pembebasan bersyarat. Foto/France24
A A A
OSLO - Pelaku pembunuhan massal terburuk dalam sejarah Norwegia modern, Anders Behring Breivik, siap mencoba mengajukan pembebasan bersyarat. Ia mengklaim bahwa dia tidak lagi menjadi ancaman bagi masyarakat.

Anders Breivik membunuh 77 orang dan melukai lebih dari 150 orang dalam serangan teroris kembar pada tahun 2011. Ia telah menjalani 10 tahun dari hukuman 21 tahun yang dijatuhkan kepadanya.

“Dia dalam tahanan dan periode minimum telah berakhir. Dengan demikian ia memiliki kesempatan untuk mengajukan permintaan tentang masa tinggalnya lebih lanjut di penjara tertutup diadili di pengadilan. Itulah yang dia inginkan,” kata pengacara Breivik, Ystein Storrvik, kepada penyiar nasional NRK yang dinukil Sputnik, Selasa (18/1/2022).

Pada tahun 2012, Breivik dijatuhi hukuman maksimum 21 tahun karena pembunuhan massal terhadap pegawai pemerintah Oslo dan kamp musim panas Partai Buruh untuk remaja. Vonis itu memiliki klausa yang jarang digunakan dalam sistem peradilan Norwegia – bahwa dia dapat ditahan tanpa batas waktu jika dia masih dianggap berbahaya bagi masyarakat.

Baca juga: Pria Bersenjata Pisau Serang Warga dan Polisi di Oslo

Namun, Jaksa Negara Hulda Karlsdottir memperingatkan bahwa ada risiko Breivik akan melakukan kejahatan baru yang serius setelah dia dibebaskan. Berdasarkan penilaian risiko baru-baru ini, Karlsdottir mengatakan Breivik akan tetap memiliki keinginan dan kemampuan untuk melakukan pembunuhan brutal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
3 Alasan Norwegia Batalkan...
3 Alasan Norwegia Batalkan Penjualan Rudal rudal Anti-kapal NSM ke Malaysia
Malaysia Geram dengan...
Malaysia Geram dengan Respons Lemah Dunia atas Norwegia Batalkan Sepihak Penjualan Rudal Canggih
4 Fakta Kemarahan Malaysia...
4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan Kesepakatan Pembelian Rudal dengan Norwegia
Imbas Norwegia Larang...
Imbas Norwegia Larang Jual Rudal Canggih, Kapal Perang Malaysia seperti Harimau Tanpa Taring
Penembakan Guncang Masjid...
Penembakan Guncang Masjid Terbesar San Diego AS, 5 Tewas, Termasuk 2 Tersangka
Skuad Timnas Norwegia...
Skuad Timnas Norwegia Foto Ala Pasukan Viking Menuju Piala Dunia 2026
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Smotrich Serukan Penghancuran Gedung-Gedung di Ibu Kota Beirut
Rekomendasi
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Infografis
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Universitas Florida Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved