AS Bisa Bawa 100 Bom Nuklir di Depan Pintu China dan Beijing Tak Dapat Berbuat Banyak

Senin, 17 Januari 2022 - 15:20 WIB
loading...
A A A
Alessio Patalano, profesor perang dan strategi di King's College di London, mengatakan selain sinyal politik, kehadiran USS Nevada di kawasan tersebut menghadirkan peluang lain.

“Kehadiran kapal jenis ini–terutama dalam pelatihan–menambah kesempatan penting untuk belajar bagaimana memburu aktor lain di wilayah tersebut,” kata Patalano.

“DPRK (Korea Utara) sedang mengejar pengembangan platform semacam itu, dan China sudah menempatkannya. Mengasah keterampilan untuk melacak mereka sama pentingnya dengan menyebarkannya sebagai pencegah strategis,” katanya.

Terakhir kali boomer Angkatan Laut AS mengunjungi Guam adalah pada tahun 2016, ketika USS Pennsylvania berhenti di sana.

Para analis mengatakan ketegangan di seluruh Indo-Pasifik telah meningkat secara signifikan sejak saat itu, dan lebih banyak pertunjukan militer semacam itu kemungkinan besar dilakukan oleh Washington di kawasan saat ini.

"Pengerahan ini mengingatkan kita bahwa tatanan nuklir di laut di (Indo-Pasifik) penting, dan meskipun sering kali di luar percakapan publik yang lebih luas, kita cenderung melihatnya lebih banyak dalam pengembangan keseimbangan strategis regional," kata Patalano.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Trump Murka Houthi Serang...
Trump Murka Houthi Serang 2 Kapal Tanker Saudi, Ancam Gempur Iran Habis-habisan
Rekomendasi
Aplikasi Baru Lindungi...
Aplikasi Baru Lindungi PMI, Siapkan Tombol Darurat hingga E-Wallet
Tim Pelajar Indonesia...
Tim Pelajar Indonesia Sabet 4 Medali di Olimpiade Kimia Internasional 2026
Gempa Magnitudo 5,5...
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Sarmi Papua Sore Ini
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Infografis
Elon Musk: Drone Murah...
Elon Musk: Drone Murah China Bisa Hancurkan Jet Tempur F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved