Sanksi Anti-Rusia oleh Barat Diibaratkan seperti Bom Atom

Senin, 17 Januari 2022 - 07:26 WIB
loading...
A A A
“Calling SWIFT bisa menjadi bom atom bagi pasar modal dan juga barang dan jasa. Kita harus membiarkan SWIFT tidak tersentuh,” kata Merz, seperti dikutip dariDPA International News Service,Senin (17/1/2022).

“Saya akan melihat kemunduran ekonomi besar-besaran untuk ekonomi kita sendiri jika hal seperti itu terjadi. Itu akan menghantam Rusia, tetapi kami akan sangat merusak diri kami sendiri," ujarnya.

Pernyataan itu muncul di tengah ancaman berulang dari Amerika Serikat (AS) dan sekutunya untuk memperkenalkan serangkaian tindakan hukuman terhadap Rusia jika pasukan negara itu menyerang Ukraina.

Hukuman baru ditujukan untuk menargetkan bank-bank Rusia dan dana kekayaan negara Rusia. Mereka juga akan mempersulit konversi rubel ke mata uang asing, serta memanfaatkan peluang bagi investor untuk membeli utang Rusia di pasar sekunder, dan berpotensi memutuskan hubungan negara itu dari jaringan perbankan SWIFT.

Peringatan Merz datang menjelang kunjungan Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock ke Ukraina dan Rusia, yang dijadwalkan Senin dan Selasa.

Washington telah berulang kali mengangkat masalah niat Rusia sehubungan dengan Ukraina selama beberapa bulan terakhir, sementara Moskow telah membantah semua tuduhan perencanaan militer dan telah berjanji untuk menanggapi dengan cara yang sama jika terjadi sanksi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Viral! Pesawat Boeing...
Viral! Pesawat Boeing 777-200 Qatar Airways Terbang Sangat Rendah, ternyata...
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
Jika Diinvasi Barat,...
Jika Diinvasi Barat, Rusia Pastikan Gunakan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved