Cerita Rudal Patriot Makan Tuan dan Teman, Jet Tempur AS dan Inggris Korbannya

Sabtu, 15 Januari 2022 - 00:40 WIB
loading...
A A A
Arab Saudi telah meminta sejumlah negara tetangga Teluk untuk membantu mengisi kembali persediaan rudal pencegatnya yang semakin menipis.

Pemerintahan Joe Biden, yang harus menyetujui transfer pencegat, mendukung langkah tersebut, menurut seorang pejabat senior AS yang dikutip oleh Financial Times.

“Ini situasi yang mendesak,” kata pejabat Amerika itu, menekankan bahwa Washington mendukung upaya untuk mendapatkan rudal dari negara-negara Teluk ketika pemberontak Houthi Yaman mengintensifkan serangan lintas perbatasan ke Arab Saudi.

The EurAsian Times melaporkan pada Jumat (14/1/2022) bahwa Arab Saudi kehabisan amunisi untuk mempertahankan diri dari serangan Houthi dan telah meminta Washington untuk mengisi kembali persediaannya. Permintaan pasokan datang ketika pemerintahan Biden mengalihkan fokusnya ke China, mengurangi keterlibatan militer AS di Timur Tengah.

Presiden AS Joe Biden menangguhkan pasokan senjata ke Riyadh dan mengkritik kampanye perang yang dipimpin Saudi di Yaman ketika ia menjabat tahun lalu.

Dia juga menyetujui penerbitan makalah CIA yang menghubungkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dengan pembunuhan Jamal Khashoggi, seorang kolumnis untuk The Washington Post.

Pada 2019, segerombolan rudal dan drone berhasil menembus pertahanan udara Saudi, secara singkat menutup setengah dari produksi minyak kerajaan. Serangan itu diklaim oleh pemberontak Houthi, tetapi AS dan Arab Saudi menuduh Iran berada di belakang mereka.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Perceraian Abad Ini,...
Perceraian Abad Ini, Taipan Korsel Bayar Harta Gana-Gini Rp11,5 Triliun ke Mantan Istri
Rekomendasi
Festival Kali Pasir...
Festival Kali Pasir 2026 Sukses Sedot Animo Ribuan Pengunjung
Mobil PHEV Bisa Jadi...
Mobil PHEV Bisa Jadi Genset, Begini Cara Pakai V2L di Chery Tiggo 9 CSH
Jambore Relawan NU Peduli...
Jambore Relawan NU Peduli se-Jateng, Gus Rozin Dorong Kesiapsiagaan Hadapi Bencana
Berita Terkini
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved