Muhammad Mohiuddin, Ilmuwan Kelahiran Pakistan di Balik Cangkok Jantung Babi ke Manusia
Jum'at, 14 Januari 2022 - 13:15 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan dikutip dari situs University of Maryland, Mohiuddin baru-baru ini menjabat sebagai kepala bagian transplantasi Program Penelitian Bedah Kardiotoraks dan Ilmuwan Senior di Institut Jantung dan Darah Nasional Institut Kesehatan Nasional (NIH).
Baca juga: Pertama di Dunia, Jantung Babi Berhasil Dicangkokkan ke Manusia
Sebelum bergabung dengan NIH pada tahun 2005 ia memegang posisi fakultas di University of Pennsylvania, Philadelphia dan Rush University, Chicago.
Mohiuddin terlibat dalam bidang xenotransplantasi sejak tahun 1992 dan telah berperan penting dalam memulai program penelitian xenotransplantasi di lembaga-lembaga di atas.
Minat utama Mohiuddin adalah untuk memahami peran limfosit B dalam Transplantasi, khususnya penolakan xenograft. Minatnya yang lain termasuk toleransi transplantasi dan modulasi kekebalan.
Dia telah memberikan beberapa kontribusi di bidang transplantasi dan xenotransplantasi dengan lebih dari 120 publikasi dan lebih dari 100 abstrak serta berbagai presentasi.
Baca juga: Ilmuwan Temukan Omicron di Air Limbah Kanada
Baca juga: Pertama di Dunia, Jantung Babi Berhasil Dicangkokkan ke Manusia
Sebelum bergabung dengan NIH pada tahun 2005 ia memegang posisi fakultas di University of Pennsylvania, Philadelphia dan Rush University, Chicago.
Mohiuddin terlibat dalam bidang xenotransplantasi sejak tahun 1992 dan telah berperan penting dalam memulai program penelitian xenotransplantasi di lembaga-lembaga di atas.
Minat utama Mohiuddin adalah untuk memahami peran limfosit B dalam Transplantasi, khususnya penolakan xenograft. Minatnya yang lain termasuk toleransi transplantasi dan modulasi kekebalan.
Dia telah memberikan beberapa kontribusi di bidang transplantasi dan xenotransplantasi dengan lebih dari 120 publikasi dan lebih dari 100 abstrak serta berbagai presentasi.
Baca juga: Ilmuwan Temukan Omicron di Air Limbah Kanada
Lihat Juga :