Militer Arab Saudi, Perkuat Pertahanan dengan Industri Lokal

Rabu, 12 Januari 2022 - 16:49 WIB
loading...
Militer Arab Saudi,...
Tentara menggelar parade persiapan keamanan Haji di Mekkah, Arab Saudi, 4 Agustus 2019. Foto/REUTERS
A A A
RIYADH - Militer Arab Saudi memang tidak sekuat militer Amerika Serikat (AS). Meski demikian, Saudi terus berupaya meningkatkan kekuatan militer dengan membangun industri pertahanan dalam negeri.

Melansir globalfirepower.com pada 12 Januari 2022, kekuatan militer Arab Saudi berada di peringkat ke-36 dari daftar 140 negara.

Arab Saudi menempati peringkat ke-36 dengan skor indeks kekuatan (Power index score) sebesar 0,6249.

Baca juga: Muhammad Saleh Benten, Menteri Arab Saudi Keturunan Indonesia

Arab Saudi mempunyai personel aktif sebanyak 65.000 orang. Selain itu, Arab Saudi juga mempunyai anggaran militer USD23.195.200.000.

Baca juga: Peternak Turki Kibuli Sapi dengan VR untuk Produksi Susu Lebih Banyak

Diketahui, Arab Saudi adalah importir peralatan pertahanan militer terbesar di dunia. Pada 2015-2019, sekitar 73% dari impor senjata yang dilakukan Arab Saudi berasal dari Amerika Serikat. Kemudian 13% dari Inggris.

Baca juga: ABK Indonesia Disandera Houthi di Yaman, Uni Emirat Arab Lapor PBB

Namun Arab Saudi juga siap untuk lebih banyak memproduksi alat pertahanan militer.

Guna memperkuat pertahanan militer Arab Saudi, pada 2017 didirikan Industri Militer atas arahan Mohammad bin Salman sebagai Putra Mahkota. Industri Militer ini telah beroperasi pada 2018.

Didirikannya Industri Militer Arab Saudi ini untuk melokalisasi 50% dari total pengeluaran militer pemerintah pada 2030.

Hal ini dinilai dapat memimpin pertahanan industri militer sehingga meningkatkan produk lokal dan ekspor.

Selain itu juga dapat membawa investasi asing ke Arab Saudi dengan mengadakan kerja sama melalui perusahaan industri militer internasional.

Karena itu pemerintah Arab Saudi secara aktif melakukan kerja sama dengan negara lain. Diketahui, pada 24 Agustus 2021, Arab Saudi dan Rusia melakukan penandatanganan perjanjian guna mengembangkan kerja sama militer bersama antara kedua negara.

Perjanjian tersebut menjadi kejutan lantaran Arab Saudi dikenal sebagai sekutu Amerika Serikat.

Arab Saudi juga aktif mengejar pembuatan rudal balistik dengan bantuan China pada Desember 2021.

Menurut badan intelijen Amerika Serikat, citra satelit memperlihatkan Arab Saudi ingin membangun rudal balistik sendiri ketimbang membeli senjata dari China.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
Arab Saudi Ungkap 1,7...
Arab Saudi Ungkap 1,7 Juta Jemaah Laksanakan Ibadah Haji Tahun Ini
Sekutu Trump: Pangeran...
Sekutu Trump: Pangeran MBS Bisa Akui Israel Hari Ini, Masalahnya Ada di Raja Salman
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Masih Trauma, Iran Belum...
Masih Trauma, Iran Belum Percaya kepada AS meski Segera Teken Perjanjian Damai
Rekomendasi
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
FIFA Larang Suporter...
FIFA Larang Suporter Iran Bawa Bendera Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Berita Terkini
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved