Putin Klaim Kemenangan dalam Membela Kazakhstan dari Pemberontakan

Selasa, 11 Januari 2022 - 03:00 WIB
loading...
Putin Klaim Kemenangan...
Presiden Rusia Vladimir Putin klaim kemenangan dalam membela Kazakhstan dari Pemberontakan. FOTO/Reuters
A A A
NUR SULTAN - Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim kemenangan dalam membela Kazakhstan dari apa yang ia gambarkan sebagai pemberontakan teroris yang didukung asing. Putin berjanji kepada para pemimpin negara-negara bekas Soviet lainnya, bahwa aliansi yang dipimpin Moskow akan melindungi mereka juga.

Kota terbesar di Kazakhstan, Almaty, kembali mendekati normal pada hari Senin (10/1/2022), setelah hampir seminggu dilanda kerusuhan. Sejauh ini, kerusuhan itu merupakan kekerasan terburuk dalam sejarah kemerdekaan 30 tahun dari apa yang telah menjadi negara bekas Soviet paling stabil di Asia Tengah.

Baca: Presiden Kazakhstan Klaim Negaranya telah Melewati Upaya Kudeta

Pekan lalu, Rusia mengirim pasukan terjun payung untuk melindungi fasilitas strategis, setelah pengunjuk rasa anti-pemerintah menggeledah dan membakar gedung-gedung publik. Puluhan orang diyakini tewas dalam bentrokan antara pasukan keamanan dan demonstran di kota-kota di seluruh negeri.

Pengerahan cepat pasukan Rusia menunjukkan kesiapan Kremlin untuk menggunakan kekuatan untuk menjaga pengaruhnya di bekas Uni Soviet, pada saat Moskow juga berselisih dengan Barat terkait ribuan tentara yang berkumpul di dekat Ukraina.

Putin mengatakan pada pertemuan puncak virtual aliansi militer CSTO negara-negara bekas Soviet bahwa badan tersebut telah berhasil "mencegah meruntuhkan fondasi negara, degradasi total situasi internal di Kazakhstan, dan memblokir teroris, penjahat, penjarah dan unsur kriminal lainnya.”

Baca: Tokayev: Militan Asing dari Afghanistan dan Timur Tengah Ikut Kerusuhan Kazakhstan

"Tentu saja, kami memahami peristiwa di Kazakhstan bukan yang pertama dan jauh dari upaya terakhir untuk mencampuri urusan dalam negeri negara kami dari luar," kata Putin, seperti dikutip dari Reuters.

"Langkah-langkah yang diambil oleh CSTO telah dengan jelas menunjukkan bahwa kami tidak akan membiarkan situasi diguncang di dalam negeri," lanjutnya.

Sementara Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev mengatakan pada pertemuan puncak itu bahwa negaranya telah melewati "upaya kudeta".



"Dengan kedok protes spontan, gelombang kerusuhan pecah," katanya. "Menjadi jelas bahwa tujuan utamanya adalah untuk merusak tatanan konstitusional dan untuk merebut kekuasaan," tambahnya.

Rusia dan Kazakhstan sama-sama menggambarkan kerusuhan itu sebagai pemberontakan yang didukung asing, meskipun mereka tidak mengatakan siapa yang mereka salahkan untuk mengaturnya.

Rusia telah lama menyalahkan Barat karena mengobarkan apa yang disebut "revolusi warna" -- pemberontakan yang telah menggulingkan pemerintah di negara-negara seperti Georgia, Ukraina, Kirgistan, dan Armenia -- dan mempromosikan perannya sendiri untuk membantu menekan mereka. Ini mendukung pemimpin Belarus dalam menghancurkan demonstrasi pada tahun 2020.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Ultah ke-34, Ayu Ting...
Ultah ke-34, Ayu Ting Ting Pamer Momen Romantis Bareng Kevin Gusnadi
Jepang Pesta Gol, Tunisia...
Jepang Pesta Gol, Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Berita Terkini
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved