Massa Marah, Robohkan Patung Presiden Pertama Kazakhstan Nursultan Nazarbayev

Sabtu, 08 Januari 2022 - 07:53 WIB
loading...
A A A
Dalam sebuah posting Facebook pada hari Rabu, Suinbike Suleimenova, seorang seniman video dan aktivis feminis, menulis:

“Sekarang penting untuk menghentikan kekerasan, segala macam manipulasi, waktunya untuk memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya? Reformasi apa yang benar-benar kita butuhkan? Hal terburuk yang bisa terjadi sekarang adalah pemindahan/perebutan kekuasaan dari satu rezim pencuri ke rezim lainnya. Penting bagi kita untuk mempertahankan kemerdekaan kita, kenegaraan kita!”

Timur Aktaev, mantan kurator Astana Art Fest, menulis bahwa “hal utama adalah tidak mengizinkan Islamisasi.”

Zoya Falkova, seorang seniman feminis yang saat ini mengunjungi India dan karena itu dapat menanggapi melalui Facebook Messenger pada hari Kamis untuk pertanyaan dari The Art Newspaper, Jumat (7/1/2022), mengatakan: “Kami tidak membutuhkan [Presiden Rusia Vladimir] Putin dan sistem politiknya di Kazakhstan. Saya tidak ingin menjadi salah satu dari mereka yang bisa dia gunakan sebagai alasan untuk menyerang negara saya.”

Kementerian luar negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis bahwa mereka menganggap peristiwa di Kazakhstan sebagai upaya yang diilhami dari luar untuk merusak keamanan dan integritas negara dengan paksa, menggunakan formasi bersenjata yang terlatih dan terorganisir.

Kazakhstan terletak strategis antara Rusia dan China. Kazakh, kelompok etnis Turki, adalah Muslim, tetapi negara itu juga memiliki etnis minoritas Rusia yang besar, terutama di utara, dekat perbatasan Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Presiden Ini Rela Potong...
Presiden Ini Rela Potong Gaji 50% usai Dituntut Lengser oleh Rakyat
Gara-gara Puisi, Editor...
Gara-gara Puisi, Editor Bahasa Kazakh Divonis 6,5 Tahun Penjara di Xinjiang
Tuntut Kemerdekaan,...
Tuntut Kemerdekaan, Pemberontak Balochistan Lancarkan Serangan Besar-besaran
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Houthi Bakal Blokade...
Houthi Bakal Blokade Pelabuhan Saudi, Apa Dampaknya bagi Pasokan Energi Global?
Rekomendasi
57% Generasi Produktif...
57% Generasi Produktif di Pemilu 2029, Perindo Dorong Sinergi KPU dan Partai Perkuat Pendidikan Pemilih
Solusi Tagihan dan Konsumsi...
Solusi Tagihan dan Konsumsi Token Listrik Makin Berasa, Ini Cara Cepat Lebih Hemat dari ShopeePay
Nathalie Holscher Siap...
Nathalie Holscher Siap Menikah dengan Arpat, Akad Nikah Digelar Besok
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved