Redam Aksi Protes, Presiden Kazakhstan Perintahkan Tembak Tanpa Peringatan

Jum'at, 07 Januari 2022 - 17:28 WIB
loading...
Redam Aksi Protes, Presiden...
Presiden Kazakhstan perintahkan tentara menembak tanpa peringatan guna meredam aksi protes. Foto/Sputnik
A A A
NUR SULTAN - Presiden Kazakhstan memerintahkan pasukannya untuk menembak tanpa peringatan dalam upaya meredam aksi protes anti-pemerintah yang telah berkecamuk sejak akhir pekan lalu.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Jumat (7/1/2022), Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev menyebut "20.000 bandit " telah menyerang kota terbesar di negara itu Almaty dan bersumpah untuk menghancurkan mereka.

"Teroris terus merusak properti... dan menggunakan senjata terhadap warga sipil. Saya telah memberikan perintah kepada penegak hukum untuk menembak mati tanpa peringatan," kata Tokayev dalam pidato ketiganya yang disiarkan televisi kepada negara itu minggu ini seperti dilansir dari Deutsche Welle.



Tokayev berterima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin karena mengirim pasukan, dan mengatakan bahwa pasukan penjaga perdamaian yang dipimpin Rusia akan berada di negara itu untuk jangka pendek.

Tokayev sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa pasukan penjaga perdamaian dari Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) yang didominasi Rusia telah tiba di Kazakhstan.

Sementara itu dalam sebuah pernyataan Kementerian Dalam Negeri Kazakhstan mengatakan 26 penjahat bersenjata tewas dan 18 terluka.

Baca juga: Rusia Mulai Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Kazakhstan

Pihak berwenang juga melakukan 3.000 penangkapan menurut kantor berita milik negara Khbar24 mengutip Kementerian Dalam Negeri.

Aksi protes yang jarang terjadi di negara bekas Uni Soviet yang relatif stabil dan dikontrol ketat itu dimulai pada akhir pekan lalu ketika kemarahan meningkat atas kenaikan harga bahan bakar.

Namun unjuk rasa itu berubah menjadi kerusuhan anti-pemerintah yang kejam.

Baca juga: Protes Berdarah Kazakhstan, Polisi Habisi Puluhan Demonstran
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Rakyat Kuba Sudah Marah...
Rakyat Kuba Sudah Marah karena Krisis Energi! Kantor Partai Komunis Dijarah
Gara-gara Puisi, Editor...
Gara-gara Puisi, Editor Bahasa Kazakh Divonis 6,5 Tahun Penjara di Xinjiang
Unjuk Rasa di DPR, Massa...
Unjuk Rasa di DPR, Massa HMI Bawa Boneka Jelangkung
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
Protes Pernyataan Presiden...
Protes Pernyataan Presiden Prancis, Ini Tanggapan PBNU
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved