Pakar Ragukan Klaim Rezim Kim Jong-un Uji Tembak Rudal Hipersonik

Jum'at, 07 Januari 2022 - 11:44 WIB
loading...
Pakar Ragukan Klaim...
Rezim Kim Jong-un mengeklaim telah menguji tembak rudal hipersonik untuk kedua kalinya, namun klaim itu diragukan para pakar militer. Foto/REUTERS/Kim Hong-Ji
A A A
SEOUL - Korea Utara (Korut) mengeklaim telah menguji tembak rudal hipersonik untuk kedua kalinya pada Rabu. Namun, klaim dari rezim Kim Jong-un itu diragukan para pakar militer.

Jika klaim yang dibuat Korea Utara melalui media pemerintahnya itu benar, dan pada titik tertentu negara itu mampu menggunakan senjata hipersonik, itu bisa memiliki implikasi mendalam bagi situasi keamanan di Asia.

Baca juga: Ini Jet Tempur Bertenaga Nuklir Pertama di Dunia, Bisa Terbang 15 Tahun Tanpa Mendarat

Tetapi setelah uji tembak rudal hipersonik yang diklaim pertama kali oleh Korea Utara pada bulan September dan yang kedua pada Rabu lalu, para analis memilih berhati-hati.

“Sebuah rudal hipersonik yang dapat mengalahkan sistem pertahanan rudal canggih adalah pengubah permainan jika hulu ledak nuklir dipasangkan dengannya,” kata Drew Thompson, mantan pejabat Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan peneliti senior di Lee Kuan Yew School of Public Policy at the National University of Singapore.

"Itu sangat besar jika [benar klaim dari Korut]. Memiliki dan menginginkannya bukanlah hal yang sama."

Setelah klaim uji tembak rudal tersebut pada hari Rabu, Cheong Seong-chang, direktur Center for North Korean Studies di Sejong Institute—sebuah lembaga think tank swasta Korea Selatan—, mengatakan lebih banyak waktu dan penyempurnaan akan diperlukan sebelum Pyongyang dapat menurunkan senjata hipersonik.

"Korea Utara akan membutuhkan setidaknya dua atau tiga peluncuran uji lagi di masa depan untuk menyelesaikan rudal hipersoniknya," katanya.

Apa Itu Rudal Hipersonik?

Ketika mengacu pada rudal hipersonik, yang sebenarnya dibahas adalah tentang muatannya, atau apa yang naik di atas roket. Dalam hal ini muatan inilah yang disebut dengan hypersonic glide vehicle (HGV).

HGV secara teoritis dapat terbang secepat 20 kali kecepatan suara dan bisa sangat bermanuver dalam penerbangan, membuatnya hampir tidak mungkin untuk ditembak jatuh.

Laporan tentang senjata hipersonik dari hipersonik dari Union of Concerned Scientists, mengatakan seperti rudal balistik, senjata luncur hipersonik diluncurkan oleh roket tinggi ke atmosfer.

Tapi sementara hulu ledak rudal balistik sebagian besar ditenagai oleh gravitasi begitu mulai turun ke targetnya dari ketinggian 1.000 kilometer (621 mil), senjata hipersonik menyelam kembali ke Bumi lebih cepat sebelum meratakan jalur penerbangannya—terbang hanya puluhan kilometer di atas tanah.

Senjata itu kemudian menggunakan perangkat navigasi internal untuk melakukan koreksi arah dan menjaganya tetap pada sasaran saat melaju hingga 12 kali kecepatan suara.

Bisakah Klaim Korut Dipercaya?

Rezim Kim Jong-un tentu saja menguji coba rudal pada hari Rabu dan merilis gambar uji cobanya pada hari Kamis.

Pakar rudal yang telah melihat foto tersebut tidak dapat memastikan apa yang ditampilkan.

"Rudal ini membawa manuver reentry vehicle atau MaRV. Korea Utara menyebutnya sebagai 'hipersonik', yang tidak salah, tetapi hanya untuk memperjelas, itu tidak berarti itu adalah jenis senjata baru," kata Joshua Pollack , peneliti senior di Middlebury Insititue of International Studies di Calfornia, seperti dikutip CNN, Jumat (7/1/2022).

“Apakah kita mengklasifikasikan ini sebagai HGV (seperti yang ditunjukkan) atau MaRV belum dikonfirmasi,” ujar Joseph Dempsey, peneliti untuk analisis pertahanan dan militer di International Institute for Strategic Studies,.

MaRV pada dasarnya adalah hulu ledak rudal yang mengubah jalur penerbangannya setelah memasuki kembali atmosfer setelah terpisah dari roket yang meluncurkannya. Ini, kata Pollack, adalah teknologi yang telah digunakan militer Amerika Serikat (AS) selama beberapa dekade dan Korea Selatan telah menunjukkan sebelumnya.

Yang membedakan MaRV dari HGV adalah kemampuannya untuk meratakan jalur terbangnya kemudian bangkit dan menukik pada target.

Korea Utara mengklaim tes hari Rabu "menilai kinerja teknik gerakan lateral yang baru".

“Setelah terlepas setelah peluncurannya, rudal itu membuat gerakan lateral 120 km dalam jarak penerbangan hulu ledak meluncur hipersonik dari azimuth peluncuran awal ke azimuth target dan tepat mengenai target yang ditetapkan 700 km jauhnya,” kata media pemerintah Korut.

Kim Dong-yub, seorang profesor di University of North Korean Studies di Seoul, mengatakan: "Dalam istilah awam, mengatakan Korea Utara telah menguji hulu ledak yang dapat bergerak naik dan turun beberapa kali seperti pesawat layang gantung yang turun dari gunung, dan terbang ke kiri dan ke kanan...untuk jarak yang cukup jauh, tetapi tetap mencapai target dengan akurat."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Korea Utara Bantah Keras...
Korea Utara Bantah Keras Tuduhan AS Soal Ancaman Siber
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Angkatan Laut Korut Dipersenjatai Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved