Kelompok HAM: Israel Bunuh 313 Warga Palestina pada 2021
Rabu, 05 Januari 2022 - 13:41 WIB
loading...
A
A
A
Tentang orang-orang Palestina yang terbunuh di Tepi Barat yang diduduki, B'Tselem mengatakan bahwa 32 dari mereka dibunuh oleh pasukan keamanan Israel, termasuk 9 anak di bawah umur yang terbunuh di atau dekat demonstrasi atau dalam insiden di mana orang-orang Palestina melemparkan batu.
Baca: 3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
"Di antara mereka adalah Islam Dar Nasser, 16, dan Muhammad Tamimi, 17, yang ditembak tentara dari belakang," sambung laporan tersebut.
B'Tselem juga menyatakan bahwa 14 Mei 2021 adalah hari paling mematikan di Tepi Barat sejak 2002. Pada tanggal itu, 13 orang Palestina terbunuh. Di antara mereka adalah Nidal Safadi, 'Awad Harb dan Isma'il Tubasi – ketiganya dibunuh oleh pemukim bersenjata atau oleh tentara yang mengawal mereka.
Kelompok hak asasi Israel mengatakan bahwa mereka menyelidiki 336 insiden kekerasan pemukim pada tahun 2021, dibandingkan dengan 251 pada tahun 2020. “Insiden-insiden ini memperjelas bahwa kekerasan pemukim bukanlah inisiatif pribadi, tetapi alat lain yang kurang formal, yang digunakan rezim apartheid Israel untuk mengambil alih lebih banyak tanah Palestina,” kata B'Tselem.
Baca: 3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
"Di antara mereka adalah Islam Dar Nasser, 16, dan Muhammad Tamimi, 17, yang ditembak tentara dari belakang," sambung laporan tersebut.
B'Tselem juga menyatakan bahwa 14 Mei 2021 adalah hari paling mematikan di Tepi Barat sejak 2002. Pada tanggal itu, 13 orang Palestina terbunuh. Di antara mereka adalah Nidal Safadi, 'Awad Harb dan Isma'il Tubasi – ketiganya dibunuh oleh pemukim bersenjata atau oleh tentara yang mengawal mereka.
Kelompok hak asasi Israel mengatakan bahwa mereka menyelidiki 336 insiden kekerasan pemukim pada tahun 2021, dibandingkan dengan 251 pada tahun 2020. “Insiden-insiden ini memperjelas bahwa kekerasan pemukim bukanlah inisiatif pribadi, tetapi alat lain yang kurang formal, yang digunakan rezim apartheid Israel untuk mengambil alih lebih banyak tanah Palestina,” kata B'Tselem.
Lihat Juga :